Kamis, 16 April 2026

Virus Corona

Lebih dari 80 Persen Kasus Covid-19 di Indonesia Disebabkan Omicron BA.4 dan BA.5

Puncak varian BA.4 dan BA.5 umumnya terjadi dalam 30 sampai 40 hari sejak kasus ditemukan.

Twitter@KemenkesRI
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, Covid-19 Omicron subvarian BA.4 dan BA.5, mendominasi kasus positif di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, Covid-19 Omicron subvarian BA.4 dan BA.5, mendominasi kasus positif di Indonesia.

“Kalau dominasi satu varian itu sudah tinggi, dan sekarang di Indonesia, BA.4 BA.5 tuh sudah lebih dari 80 persen dari varian yang kita genome sequence,” ungkap Budi dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/7/2022).

Bahkan, lanjutnya, varian Covid-19 yang ada di Jakarta semuanya adalah varian BA.4 dan BA.5.

Selain itu, menurutnya puncak varian BA.4 dan BA.5 umumnya terjadi dalam 30 sampai 40 hari sejak kasus ditemukan.

Varian BA.4 dan BA.5 pertama kali ditemukan di Indonesia kurang lebih satu bulan lalu.

"Jadi kita mungkin masih ada waktu satu atau dua minggu ke depan."

Baca juga: Minta Jokowi Segera Cari Pengganti Tjahjo Kumolo, Mardani Ali Sera: Jangan Lebih dari Satu Bulan

"Kalau kita bandingkan dengan negara lain, seharusnya puncaknya sudah tercapai," katanya.

Budi mengatakan, kasus Covid-19 di Indonesia sekarang mengalami kenaikan.

Meskipun demikian, pelandaian kasus Covid-19 mulai terjadi. Hal itu lantaran Covid-19 di Indonesia mulai didominasi oleh satu varian, sama seperti saat varian Delta dan Omicron menyebar di Indonesia.

Baca juga: Didukung Jadi Capres 2024, Susi Pudjiastuti: Politik di Negeri Ini Hanya Milik Parpol

"Jadi sekarang kita juga melihat walaupun kasus yang naik, tapi pelandaian mulai terjadi, baik di Jakarta maupun di Indonesia," paparnya.

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, puncak kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, diprediksi terjadi satu bulan setelah kasus pertama.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, minggu kedua dan ketiga Juli akan menjadi puncak penyebaran subvarian tersebut.

"Di minggu kedua Juli atau minggu ketiga Juli, kita akan lihat puncak kasus dari BA.4 dan BA.5," kata Budi saat konferensi pers virtual, Senin (13/6/2022).

Baca juga: Bagikan Bonus Atlet SEA Games 2021, Jokowi: Kirim Enggak Usah Banyak-banyak, tapi Hasilnya Meningkat

Mantan wamen BUMN ini mengatakan, puncak kasus subvarian ini tidak akan tinggi seperti kasus Delta

"Semua negara sudah siap-siap ada gelombang berikutnya."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved