Boyamin Saiman Ungkap Perbandingan Gaji Jaksa Agung dan Pimpinan KPK, Selisih Rp65 Juta

Ia menyebutkan kerugian negara yang berhasil diselamatkan Kejagung sebesar Rp46,8 triliun.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) membeberkan perbandingan gaji Jaksa Agung dan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) membeberkan perbandingan gaji Jaksa Agung dan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam keterangan yang diterima Tribunnews, mulanya Koordinator MAKI Boyamin Saiman menyoroti perbandingan kinerja pemberantasan korupsi antara Kejaksaan Agung (Kejagung) dan KPK.

Ia menyebutkan kerugian negara yang berhasil diselamatkan Kejagung sebesar Rp46,8 triliun.

Baca juga: Mardani Maming: Hipmi akan Jadi Barometer di 2024, tapi Jokowi Jangan Cepat-cepat Meninggalkan Kita

"Dengan prestasi hebatnya dan rangking survei meningkat, maka semestinya Presiden Jokowi dan DPR menyetujui anggaran sebesar Rp24 triliun, sebagai bentuk apresiasi, penghargaan, dan hadiah kepada Kejaksaan Agung," katanya, Senin (13/6/2022).

Berdasarkan hasil rapat kerja pembahasan anggaran penegak hukum oleh Komisi III DPR, Kejagung mengusulkan anggaran tahun 2023 sebesar Rp24 triliun.

Untuk tahun 2022, Kejagung menerima Rp9 triliun, yang awalnya diusulkan Rp11 triliun.

Baca juga: Ditanya Wartawan Soal Harun Masiku, Firli Bahuri: Pertanyaan Titipan Ya?

Boyamin mengatakan, anggaran yang diterima Kejagung lebih kecil dibanding KPK.

"Khusus untuk penanganan pidana khusus termasuk korupsi, anggarannya adalah Rp30 miliar, beda dengan KPK sebesar Rp70 miliar," ungkapnya.

Menurut Boyamin, penambahan anggaran Rp24 triliun diperlukan untuk kesejahteraan jaksa, termasuk penambahan gaji yang cukup agar jaksa terhindar dari perilaku menyimpang.

Baca juga: Tak Tergoda Gerakan Elite Politik Jelang Pemilu 2024, Sekjen PDIP: Sikap Kami Manuver Kerakyatan

"Gaji Jaksa Agung dan jajaran di bawahnya masih cukup rendah, apabila dibandingkan dengan pimpinan KPK dan jajaran di bawahnya," tuturnya.

Berikut ini perbandingan gaji antara Jaksa Agung dan pimpinan KPK:

1. Pelaksana (penyidik dan penuntut) di Kejagung bergaji Rp11 juta, sementara pelaksana di KPK (penyidik dan penuntut) berkisar Rp25 juta.

Baca juga: Ingatkan Relawan Soal Dukungan di Pilpres 2024, Jokowi: Ojo Dumeh! Jangan mentang-mentang

2. Pejabat eselon II Kejagung (direktur dan Kepala Kejaksaan Tinggi ) bergaji Rp25 juta, sementara eselon II KPK (Direktur dan Kepala Biro) bergaji Rp40 juta.

3. Pejabat eselon I Kejagung (Jaksa Agung Muda dan staf ahli) bergaji Rp30 Juta, sementara eselon I KPK (sekjen dan deputi) bergaji sekira Rp60 juta.

4. Jaksa Agung bergaji Rp35 juta, sedangkan pimpinan KPK bergaji sekira Rp100 juta. (Ilham Rian Pratama)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved