Partai Politik

PKS Bela Anies Baswedan yang Dibandingan Kinerjanya dengan Gibran Rakabuming

PDI Perjuangan membandingkan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan kadernya, Sabtu (25/6/2022).

Kolase foto/Wartakotalive
PDI Perjuangan bandingkan kinerja Gubernur Anies Baswedan dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PKS beri pembelaaan buat Anies Baswedan setelah PDI Perjuangan membandingkan kinerjanya dengan Gibran Rakabuming Raka

Politikus PKS Suhud Alynudin menyatakan PDIP harus membandingkan kinerja pemerintah daerah secara apple to apple.

PDI Perjuangan membandingkan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan kadernya, Sabtu (25/6/2022).

Kader PDI Perjuangan yang dibandingkan dengan Anies Baswedan dengan Wali Kota Solo Gibran  Rakabuming Raka dan Eks Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Ketua DPP PDIP Perjuangan Eriko Sotarduga menilai kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Penilaian PDIP itu langsung dibalas Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca juga: Begini Kata Ahmad Syaikhu terkait Kemungkinan NasDem-PKS Usung Anies Baswedan di Pilpres 2024

Menurut Suhud, partai berlambang banteng itu tak melihat kinerja secara menyeluruh.

Sebaliknya, kata Suhud, kinerja Anies Baswedan justru telah diakui dalam memimpin Jakarta.

Hal itu terbukti bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 5 kali berturut-turut.

"Sebagai kepala daerah, Pak Anies diakui oleh banyak pihak berhasil dalam memimpin Jakarta, baik dari aspek tata kelola 5 kali WTP secara berturut-turut, menjadikan Jakarta lebih maju, dan di masyarakat terbangun harmoni sosial," kata Suhud saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Sabtu (25/6/2022).

DIREKTUR Pencapresan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin saat ditemui seusai menjadi pembicara dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/7/2018).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin saat ditemui seusai menjadi pembicara dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/7/2018). (Kompas.com/Kristian Erdianto)

Suhud menuturkan bahwa kritik PDIP soal polusi udara di DKI Jakarta juga tidak tepat.

Dia bilang, polusi udara juga dipengaruhi oleh daerah-daerah penyangga di sekitar Jakarta.

"Jelas gak tepat lah. Polusi udara di Jakarta tidak berdiri sendiri, tapi dipengaruhi oleh daerah-daerah penyangga di sekitar Jakarta seperti Bekasi dan Tangerang. Kita semua tahu di daerah penyangga Bekasi dan Tangerang banyak pabrik yang menimbulkan polusi dan berdampak ke Jakarta," jelas Suhud.

Lebih lanjut, Suhud menuturkan bahwa mengatasi polusi udara di Jakarta tidak cukup hanya kewenangan pemerintah provinsi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved