Aksi Terorisme

24 Teroris Pendukung MIT Poso Berbaiat kepada Pemimpin Baru ISIS Lewat Media Sosial

Abu Ibrahim meledakkan dirinya saat diserang pasukan khusus Amerika Serikat di barat laut Suriah.

Editor: Yaspen Martinus
bbc.co.uk
24 teroris pendukung Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso dan ISIS yang ditangkap Densus 88, berbaiat kepada pimpinan baru ISIS Abu Hasan Al-Hashimi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - 24 teroris pendukung Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso dan ISIS yang ditangkap Densus 88, berbaiat kepada pimpinan baru ISIS Abu Hasan Al-Hashimi.

Al-Hashimi terpilih menjadi pimpinan ISIS, setelah kematian pemimpin sebelumnya, Abu Ibrahim al-Qurashi.

Abu Ibrahim meledakkan dirinya saat diserang pasukan khusus Amerika Serikat di barat laut Suriah.

Baca juga: Isu Makzulkan Jokowi Berembus Jelang Aksi 21 Mei, Legislator Gerindra: Santai, Rakyat Makin Cerdas

"Kita ketahui organisasi ISIS sudah memiliki pemimpin yang baru."

"Jadi, beberapa orang ini telah melakukan baiat kepada pemimpin ISIS yang baru, yaitu Abu Hasan Al-Hashimi Al-Quraisy," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Ramadhan menuturkan, mereka berbaiat kepada Al-Hashimi melalui salah satu grup di media sosial. Mereka membaca teks secara mandiri untuk melakukan baiat.

Baca juga: Ini Alasan Epidemiolog Setuju Hipotesis Hepatitis Akut Disebabkan Long Covid-19 Ketimbang Adenovirus

"Mereka melakukan baiat kepada amirul mukminin yang baru, berbaiat dilakukan secara mandiri, yaitu dengan membaca teks yang dikirim oleh Saudara H di salah satu grup medsos mereka ya," beber Ramadhan.

Ramadhan menyampaikan, para tersangka juga diminta mengirimkan sebuah video ke grup WhatsApp (WA) yang menunjukkan mereka telah mengucap baiat kepada Al-Hashimi.

"Jadi memberikan pernyataan atau baiat mereka dengan membaca teks dan dikirim melalui grup WA," terang Ramadhan.

Baca juga: Faskes Diminta Cepat Tangani Pasien Bergejala Hepatitis Akut, Jangan Suruh Habiskan Obat Dulu

Sementara, Densus 88 Antiteror Polri menyita sejumlah senjata api (senpi) hingga senjata tajam (sajam) dari 24 tersangka teroris itu.

Barang bukti itu disita dari penggeledahan rumah para tersangka. Penggeledahan juga disaksikan oleh masyarakat sekitar.

"Setelah dilakukan penangkapan, penyidik Densus 88 melakukan penggeledahan yang disaksikan oleh saksi dan masyarakat sekitar," terang Ramadhan.

Baca juga: Syarat Parpol Peserta Pemilu 2024 Sama Seperti 2019, Hanya Beda di Tahap Verifikasi

Barang yang disita berupa delapan pucuk senapan jenis PCP, lengkap dengan peredam dan penyangga.

Lalu, satu pucuk senjata api revolver, dua buah magasi untuk senjata M16, 244 butir amunisi senjata api kaliber 5,56 mm, 10 butir amunisi kaliber 38mm, satu buah panah, enam buah anak panah, 22 bilah parang, empat badik, satu pisau lipat, dan 26 unit telepon genggam.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved