Pilpres 2024

LGP: Koalisi Tiga Partai Hanya Alat Bargaining Reshuffle Kabinet

Dalam kesempatan itu Mochtar Mohamad menyinggung soal koalisi tiga partai politik yang dibentuk yakni Golkar, PPP dan PAN

Istimewa
Ketua Dewan Pembina LGP H Mochtar Mohamad 

WARTAKOTALIVE.COM -- Dewan Pimpinan Cabang Laskar Ganjar-Puan (DPC LGP) Kabupaten Indramayu menggelar Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H, Sabtu (14/5/2022).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Dewan Pembina LGP H Mochtar Mohamad, Ketua Umum serta Sekretaris Jenderal DPP LGP, dan jajaran Pengurus DPP LGP, DPD LGP Jabar dan DPC LGP Indramayu.

Dalam kesempatan itu Mochtar Mohamad menyinggung soal koalisi tiga partai politik yang dibentuk yakni Golkar, PPP dan PAN dan dinamai Koalisi Indonesia Bersatu.

Sebab banyak pihak menilai koalisi itu bukanlah koalisi untuk Pilpres 2024. Tetapi koalisi tersebut dicurigai hanya alat bargaining politik di tengah menguatnya isu reshuffle Kabinet Pemerintahan Jokowi.

"Pertemuan Ketum tiga partai politik sengaja diekspose agar ada kesan sebagai langkah awal Koalisi 2024. Padahal patut kita curigai, bukan itu tujuan terbentuknya koalisi ini," kata Mochtar Mohamad, Sabtu (14/5/2022).

Mochtar menduga bahwa koalisi tersebut lebih cenderung memburu jabatan saat Jokowi melakukan reshuffle kabinet.

Baca juga: Minta Jokowi Reshuffle Luhut, Masinton Pasaribu: Rintangan Demokrasi Harus Kita Singkirkan

"Bisa jadi nanti formasi baru reshuffle kabinet, ada penambahan nama dari koalisi tersebut," kata dia.

Kecurigaan Mochtar bukan tanpa dasar.

Sebab, kata dia tiga partai politik tersebut tidak punya jagoan mumpuni untuk ditandingkan pada Pilpres 2024 mendatang.

Baca juga: Faldo Maldini: Jangankan Presiden Tegur Menteri, Tiap Mau Rabu Pon Saja Langsung Dikaitkan Reshuffle

Dimana dari hasil survey terakhir yang dirilis Charta Politika misalnya, elektabilitas ketiga ketua umum partai Koalisi Indonesia Bersatu rata-rata di bawah 1 persen.

Dengan fakta tersebut, Mochtar berkeyakinan bahwa, koalisi tiga partai itu bukanlah koalisi yang dipersiapkan untuk Pilpres 2024.

Bahkan ia memprediksi kalau koalisi tersebut hanya akan bertahan seumur jagung, bila tidak ada kandidat capres yang memiliki magnet atau perekat koalisi.

"Koalisi semacam ini berpeluang tidak tahan lama dan bisa bubar di tengah jalan," kata dia.

Baca juga: Zulhas Temui Gibran di Solo, Pengamat Anggap Hal yang Tidak Biasa, Prediksi terkait Lobi Reshuffle

Yang lebih riskan, katanya koalisi tersebut bisa saja tidak lolos, jika di bawa ke mekanisme partai masing-masing.

Sebab berpotensi memberikan dampak negatif pada parliamentary threshold partai yang bersangkutan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved