Tak Berwenang di Luar Negeri, Polri Pasif Tunggu Respons Aparat Asing Tangkap Saifuddin Ibrahim

Agus menuturkan, pihaknya masih melakukan gerakan pasif untuk menangkap Saifuddin Ibrahim.

Editor: Yaspen Martinus
YouTube Saifuddin Ibrahim
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan kendala pihaknya menangkap tersangka penista agama Saifuddin Ibrahim, yang kini diduga berada di Amerika Serikat (AS). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan kendala pihaknya menangkap tersangka penista agama Saifuddin Ibrahim, yang kini diduga berada di Amerika Serikat (AS).

Agus menuturkan, pihaknya masih melakukan gerakan pasif untuk menangkap Saifuddin Ibrahim.

Sebab, Polri tak punya kewenangan menangkap tersangka di Amerika Serikat.

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 12 Mei 2022: 14 Pasien Meninggal, 785 Sembuh, 335 Orang Positif

"Sejauh ini belum ada respons. Apalagi di negeri Paman Sam kan tidak ada aturan yang dilanggar oleh Saifuddin Ibrahim."

"Kita lebih banyak pasif menunggu respons mereka, kalau enggak kita kan punya kewenangan saat yuridiksi bukan wilayah kita," kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis (12/5/2022).

Agus menjelaskan, pihaknya telah meminta bantuan kepada Kedutaan AS di Indonesia untuk membantu menangkap Saifuddin Ibrahim.

Baca juga: Tak Boleh Rangkap, Jabatan Pj Gubernur Sebelumnya Bakal Diserahkan keda Plt Atau Plh

Satu di antaranya adalah merevisi visa yang dimiliki oleh Saifuddin Ibrahim.

"Upaya tetap dilakukan dengan infokan kepada Kedutaan AS di Indonesia, bahwa data aplikasi pengajuan visanya kan ada pertanyaan, apakah sudah pernah dihukum atas suatu kasus."

"SI pernah diputus hukuman di PN Tangerang, kasus yang sama. Informasi ini tidak diisi dengan benar," paparnya.

Baca juga: Bakal Bertemu M Kece di Persidangan Pekan Depan, Napoleon Bonaparte Janji Takkan Mengintimidasi

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan Saifuddin Ibrahim yang meminta 300 ayat Alquran dihapus, sebagai tersangka dugaan penistaan agama.

"Saat ini yang bersangkutan sudah tetapkan sebagai tersangka," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (30/3/2022).

Baca juga: Kawal Pemindahan Ibu Kota Negara, KPK Bentuk Satgas

Dedi menuturkan, penetapan Saifuddin Ibrahim sebagai tersangka dilakukan penyidik sejak dua hari lalu.

"Sejak dua hari yang lalu mas kalau enggak salah (penetapan tersangka)," ucapnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menaikkan status perkara Saifuddin Ibrahim yang meminta 300 ayat Alquran dihapus, ke penyidikan.

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 29 Maret 2022: 108 Pasien Wafat, 10.092 Orang Sembuh, 3.895 Positif

Hal itu dibenarkan oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri.

Dengan kata lain, penyidik menemukan dugaan unsur pidana di balik pernyataan Saifuddin Ibrahim.

"(Kasus Saifuddin Ibrahim) Sudah naik sidik," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri kepada wartawan, Rabu (23/3/2022).

Baca juga: Muhadjir Effendy: Kebenaran di Era Post Truth Saat Ini Tergantung Jumlah Follower dan Like

Hingga saat ini, kata Asep, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari Saifuddin Ibrahim yang diduga berada di Amerika Serikat.

"Kami masih koordinasi secara intens dengan pihak-pihak terkait," ucapnya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved