Restorative Justice

Polsek Kembangan Jalankan Program Restorative Justice, Lansia Dituduh Mencuri dan Dianiaya Suami

Polsek Kembangan sukseskan menjalankan program restorative justice, mendamaikan perseteruan suami istri yang sudah lansia.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Polsek Kembangan Jalankan Program Restorative Justice, Lansia Dituduh Mencuri dan Dianiaya Suami
warta kota/miftahulmunir
Seorang wanita lanjut usia berinisial TLS (55) melaporkan suaminya MS (65) ke Polsek Kembangan dan dilakukan Restorative Justice Kamis (12/5/2022).

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang wanita lanjut usia berinisial TLS (55) melaporkan suaminya MS (65) ke Polsek Kembangan karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) beberapa waktu lalu.

Laporan tersebut dibuat TLS karena sudah tak tahan dengan suaminya yang setiap hari ringan tangan.

Baca juga: El Rumi Dijodohkan dengan Brisia Jodie Setelah Garap Konten YouTube, Benarkah Mereka Menjalin Cinta?

TLS ingin memberi pelajaran dan efek jera kepada suaminya dengan melaporkan kejadian kekerasan rumah tangga ke kantor polisi.

Namun, Polsek Kembangan tak mau memproses laporan wanita lansia tersebut dan mengarahkan untuk menyelesaikan masalah rumah tangga secara kekeluargaan.

Kapolsek Kembangan, Kompol Binsar Pandjaitan menjelaskan, pihaknya mempertemukan pasangan suami istri tersebut untuk dilakukan restorative justice.

"Program ini sebagai langkah yang tepat untuk pasangan suami istri tersebut dan allhamdulillah bisa diterima oleh kedua belah pihak tanpa harus dilanjutkan proses hukum," katanya kepada wartawan Jumat (13/5/2022).

Baca juga: Nikita Mirzani Siap Menikah Keempat Kali, Pindah ke Amerika Serikat Setelah Dinikahi John Hopkins

Menurutnya, kasus KDRT yang sering terjadi rumah tangga karena ada salah paham dan itu yang dialami oleh TLS.

Penganiayaan ini terjadi di rumah kontrakannya di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

"Jadi akar masalahnya itu karena MS memiliki perhiasan emas seberat 10 gram tanpa sepengetahuan istrinya, tiba tiba perhiasan tersebut hilang," jelasnya.

MS kemudian menuduh istrunya telah mencuri perhiasan tersebut dan terjadi cekcok mulut hingga berujung penganiayaan.

Baca juga: Sahabat Dermawan Tebar Kasih pada Satu Juta Jiwa di 15 Negara saat Idulfitri 1443 H

Anaknya kemudian menghubungi keluarga ibunya dan MS kembali terjadi cekcok sampai akhirnya peristiwa ini dilaporkan ke polisi.

"Sempat MS ini mengambil senjata tajam jenis mandau namun sempat ketahuan oleh pihak keamanan setempat dan berhasil dicegah," kata Binsar.

Mantan Komandan Brimob ini menambahkan, saat membuat laporan pihaknya langsung mengarahkan agar dilakukan upaya mediasi.

Hasilnya, keluarga TLS memaafkan perlakuan MS dan tak jadi meneruskan kasus ini ke ranah hukum.

Kedua belah pihak membuat surat pernyataan dengan disaksikan oleh Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Reno.

"Kami lakukan upaya Restorative Justice karena pihak korban tidak ingin membuat laporan polisi sehingga kami lakukan upaya Kopi Restorative Justice," tambahnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved