Senin, 18 Mei 2026

Kisah Nyata

Film Bukti Kekejian Kadrun yang Sembelih 5 Anggota Densus 88, Tayang Agustus

Cuitan Denny tertanggal 17 April 2022 itu juga menampilkan tangkapan layar pemberitaan Wartakotalive.com pada Februari 2022 lalu, soal film tersebut.

Tayang:
akun twitter Denny Siregar
Nicholas Saputra dalam syuting film Sayap-Sayap Patah 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Film kisah nyata berjudul 'Sayap-Sayap Patah' yang menggambarkan kekejian aksi terorisme terhadap anggota Densus 88 Aniteror Polri akan tayang di bioskop di Indonesia mulai Agustus mendatang.

Hal itu diungkapkan Executive Producer film Sayap-Sayap Patah, Denny Siregar, di akun twitternya yang dilihat Wartakota, Minggu (23/4/2022).

Cuitan Denny tertanggal 17 April 2022 itu juga menampilkan tangkapan layar pemberitaan Wartakotalive.com pada Februari 2022 lalu, soal film tersebut.

"Film Sayap-Sayap Patah, yang gua produksi bareng Rudi Soejarwo dgn Nicholas Saputra, Ariel Tatum, Iwa K menggambarkan bgmn kejinya kadrun. Kisah nyata di negeri kita. Tunggu tayangnya di bioskop mudah2an pas Agustus. Kejahatan mrk harus dibongkar, awam harus diedukasi," kata Denny.

Baca juga: Terbukti Melakukan Tindak Pidana Terorisme, Mantan Sekum FPI Munarman Divonis Tiga Tahun Penjara

Menurutnya film ini berupaya mengedukasi masyarakat bagaimana kejinya para terorisme berkedok agama yang disebutnya sebagai kadrun.

Denny Siregar di akun twitternya menyatakan film tentang kekejian kaum kadrun
Denny Siregar di akun twitternya menyatakan film tentang kekejian kaum kadrun berdasar kisah nyata akan tayang Agustus mendatang

Sebelumnya saat syuting film Sayap-Sayap Patah, memasuki hari ke 18, Minggu (20/2/2022) lalu, Denny juga menyatakan bahwa film ini makin terasa personal.

Film ini katanya merupakan kisah nyata 5 anggota Densus 88 Polri yang gugur disembelih teroris di Mako Brimob.

Baca juga: Terungkap, Densus 88 Temukan 1.125 Teroris Anggota NII di Sumatera Barat

Denny Siregar mengatakan semakin hari pihaknya menjadikan film ini personal sebagai sebuah penghormatan bagi anggota Densus 88 yang gugur.

"Hari ke 18 syuting film 'Sayap Sayap Patah', kisah tentang gugurnya 5 anggota Densus 88 disembelih teroris di sel Mako Brimob tahun 2018. Semakin hari kami jadikan film ini personal. Kami ingin membuat monumen untuk para korban," kata Denny dalam cuitan di akun twitternya.

Ia juga menyertakan 4 gambar di cuitannya itu. Selain gambar berupa saat syuting dilakukan, juga ada gambar berisi narasi yang menyesakkan dada.

Ini bunyi narasi atau tulisan tersebut.

"Di ruang tunggu Bandara Makasar, dada saya sesak membaca sebuah info. Kelopak mata saya menghangat. Hari ini telah lahir seorang anak di RS Polri Kramat Jati dengan sehat dan selamat. Sementara di ruang lain di rumah sakit yang sama ayahnya Iptu Anumerta Yudi Rospuji, terbujur kaku dengan tubuh penuh luka. Pada lehernya menganga luka sayatan. Lelaki ini korban kekejian teroris di Mako Brimob. Polisi yang menghabiskan waktu luangnya menjadi guru ngaji itu telah kembali menghadap Allah. Dan anak yang baru dilahirkan tidak akan pernah mengenal wajah ayahnya," demikian bunyi narasi di gambar yang unggah Denny.

Baca juga: Tidak Hanya Akting Didepan Kamera, Rina Icha Bekerja Sebagai Produser Film Menyerah

Unggahan Denny ini mendapat banyak komentar netizen yang hampir semuanya mengecam tindakan aksi terorisme dan mendukung film ini.

"Eh ada ga scene ttg tersangka yg ketangkep warga terus sebelum diserahkan ke pihak berwajib "digebukin dulu". Kl ada; mau daftar jd figuran yg gebukin," kata akun @Gutari.

"Kasi peran ke akulah Bang, apa aja dech.... Antagonis bolehlah. Kalau bisa bagian yg menghajar terorisnya, demen gue peran itu Bang. Serius Bang Den, kalau masih butuh pemeran, japri gue Yach," ujar @Davidsantosa01.

Baca juga: Iwa K Temui Napi Terorisme Untuk Dalami Karakter Leong di Film Sayap Sayap Patah, Apa Rasanya?

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved