Siti Nadia Tarmizi: Laporan Deplu AS Tidak Tuduh PeduliLindungi Melanggar HAM, Mari Baca Saksama

Aspek keamanan sistem dan perlindungan data pribadi pada PeduliLindungi menjadi prioritas Kementerian Kesehatan.

Penulis: Yaspen Martinus | Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Juru bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi MEpid mengungkapkan, Amerika Serikat (AS) tidak pernah menuduh aplikasi PeduliLindungi melanggar hak asasi manusia (HAM). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Juru bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi MEpid mengungkapkan, Amerika Serikat (AS) tidak pernah menuduh aplikasi PeduliLindungi melanggar hak asasi manusia (HAM).

"Tuduhan aplikasi ini tidak berguna dan juga melanggar hak asasi manusia (HAM) adalah sesuatu yang tidak mendasar."

"Marilah kita secara saksama membaca laporan asli dari US State Department."

Baca juga: JADWAL Lengkap Misa Malam Paskah 16 April 2022 di Jakarta dan Sekitarnya, Ada Live Streaming Juga

"Laporan tersebut tidak menuduh penggunaan aplikasi ini melanggar HAM."

"Kami memohon agar para pihak berhenti memelintir seolah-olah laporan tersebut menyimpulkan adanya pelanggaran," tutur Nadia, Jumat (15/4/2022), dikutip dari laman kemkes.go.id.

Sejak pertama kali diluncurkan pada Maret 2020, kata Nadia, aplikasi PeduliLindungi melalui fitur kewaspadaan, telah berhasil melakukan upaya pencegahan pasien Covid-19 dan warga yang berisiko berkeliaran di tempat umum, sehingga dapat menulari warga lainnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 15 April 2022: 26 Pasien Meninggal, 2.275 Sembuh, 922 Orang Positif

Aplikasi ini sudah diunduh oleh lebih dari 90 juta orang, dan telah membantu mencegah warga yang terinfeksi mengakses fasilitas dan tempat umum seperti pusat perbelanjaan, bandara, pelabuhan, hotel, dan gedung perkantoran.

Aplikasi PeduliLindungi yang telah diunduh pasien positif Covid-19, akan berwarna hitam ketika aplikasi tersebut dipindai di pintu masuk tempat umum.

Sehingga, petugas keamanan dapat mencegah masuk pasien tersebut, lalu melaporkan yang bersangkutan ke Satgas Covid-19 untuk ditangani lebih lanjut.

Baca juga: Minta Jokowi Reshuffle Luhut, Masinton Pasaribu: Rintangan Demokrasi Harus Kita Singkirkan

Sepanjang 2021-2022, PeduliLindungi mencegah 3.733.067 orang dengan status merah (vaksinasi belum lengkap) memasuki ruang publik, dan mencegah 538.659 orang terinfeksi Covid-19 (status hitam) melakukan perjalanan domestik atau mengakses ruang publik tertutup.

"PeduliLindungi turut berkontribusi pada rendahnya penularan Covid-19 di Indonesia dibanding negara tetangga dan bahkan negara maju."

"Aplikasi ini memiliki peran yang besar dalam menekan laju penularan, saat kita mengalami gelombang Delta dan Omicron," imbuh Nadia.

Baca juga: Tak Cuma Urusan Logistik Pemilu 2024, KPU Juga Butuh Kantor dan Gudang

Penggunaan PeduliLindungi secara masif memberikan dampak positif untuk melakukan kebijakan surveilans.

Selain, fitur pencarian lokasi vaksin terdekat, telemedisin dan pengiriman obat, penerbitan dan dompet digital sertifikat Indonesia berstandar WHO untuk kemudahan perjalanan Warga Negara Indonesia lintas negara.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved