Diduga Mengandung Bakteri Salmonella, Hasil Uji Sampel Kinder Joy Keluar Pekan Depan

BPOM mengawal dan memastikan penghentian peredaran tersebut dilakukan sesuai prosedur.

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang menguji sampel produk coklat Kinder Joy di seluruh Indonesia. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang menguji sampel produk coklat Kinder Joy di seluruh Indonesia.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah produk tersebut mengandung bakteri salmonella atau tidak.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, pengujian sampling produk telah dilakukan pada Jumat pekan lalu, dan hasilnya akan keluar pada minggu ketiga April.

Baca juga: JADWAL Lengkap Misa Kamis Putih 14 April 2022 di Jakarta dan Sekitarnya, Digelar Offline dan Online

Untuk sementara, produk tersebut ditarik dari peredaran.

"Hasilnya minggu ketiga April ini akan keluar."

"Nanti kalau memang dirasakan sampel itu tidak ada indikasi adanya kontaminasi tersebut, tidak ada sama sekali bakteri Salmonella di dalam sampel yang diuji, nanti akan diinformasikan kembali," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Baca juga: Harapkan Pemilu 2024 Aman dan Lancar, Tito Karnavian Minta Semua Pihak Belajar dari 2019

Penny mengungkapkan, penghentian edar sementara produk tersebut dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

Ia memaparkan, produk coklat Kinder yang dilaporkan mengandung Salmonella, bukanlah yang berizin edar dari BPOM, yang.

Produk tersebut merupakan produksi pabrik dari Belgia.

Baca juga: Tito Karnavian: Presiden Siap Buat Perpres Spesifik Soal Pengadaan Logistik Pemilu

Sedangkan yang beredar di Indonesia merupakan produk yang berasal dari pabrik India.

"Jadi mungkin saja ada secara online, karena hal itu bisa jadi dengan situasi masyarakat sekarang ada peredaran online."

"Tapi kalau yang secara resmi mendapatkan izin edar dari Badan POM dan beredar secara resmi, bukan yang berasal dari fasilitas produksi yang sama dengan di Belgia," terangnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 13 April 2022: 29 Pasien Meninggal, 3.022 Sembuh, 1.551 Orang Positif

Meski berbeda tempat produksi, BPOM mengambil langkah untuk sementara menarik produk tersebut.

"Yang mendapatkan izin edar dari badan adalah produk yang diproduksi oleh India, tapi karena ini adalah produk untuk anak-anak, saya merasa kita harus berhati-hati."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved