Jumat, 24 April 2026

Komunitas

Salam Forum Wujudkan Ruang Digital yang Toleran

Kami mendorong para kreator konten untuk aktif menyuarakan pesan perdamaian dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia

Istimewa
Peluncuran Kampanye Salam Forum di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Terbukanya akses ruang digital bagi setiap orang menghadirkan berbagai tantangan, termasuk penyebaran narasi intoleransi dan ekstremisme kekerasan. 

Terkait fenomena itu, Wahid Foundation sebagai organisasi masyarakat sipil berusaha melakukan upaya kontra narasi.

Cara yang dilakukan dengan menggagas langkah konkret dalam menyebarkan toleransi dan perdamaian dengan menonjolkan praktik-praktik baik di masyarakat. 

Bersama dengan 10 content creator dari kalangan tokoh agama, komunitas, media moderat dan aktivis perempuan, Wahid Foundation menggulirkan kampanye dengan sebutan 'Salam Forum".

Salam Forum merupakan kampanye hasil kerjasama Wahid Foundation, Google/YouTube, dan UNDP Bangkok Regional Hub, dalam melindungi masyarakat khususnya anak muda di Indonesia dari konten berbahaya.

Baca juga: Kelompok Tani Hisbul Waton:  Belum Kantongi Izin Edar, Jual Beras Hasil Panen ke Warga Sekitar

Baca juga: Komunitas Cinta Berkain Indonesia Terus Kembangkan Rasa Cinta Budaya Busana Berkain Nusantara

 Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation mengatakan, kerjasama ini berupaya untuk membangun kapasitas cendekiawan Islam moderat, guna menghasilkan dan menyebarkan pesan damai untuk melawan intoleransi dan ekstremisme kekerasan secara online, yang akhirnya dapat membangun kesadaran masyarakat akan penting nya toleransi di tengah perbedaan suku, ras, agama dan kepercayaan di Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kemampuan para creator dalam menyebarkan pesan-pesan damai di ruang digital, pihaknya menyediakan program fellowship berbentuk mentoring dan pendanaan awal dalam produksi video kampanye untuk perdamaian.

"Nantinya, video hasil kolaborasi dengan 10 content creator ini akan dapat di akses melalui kanal youtube oleh masyarakat di seluruh Indonesia," kata Yenny Wahid saat peluncuran Kampanye Salam Forum di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2022).

Peluncuran Kampanye Salam Forum di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2022).
Peluncuran Kampanye Salam Forum di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2022). (Istimewa)

  

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan RI, Mahfud MD menyambut baik dan memberikan apresiasi atas inisiatif dan upaya bersama yang telah dilakukan oleh Wahid Foundation, Google/YouTube Indonesia, dan UNDP dalam membangun kapasitas cendekiawan islam moderat, dengan harapan melalui kapasitas dan kemampuan yang mumpuni mampu menyebarkan pesan-pesan damai pada masyarakat Indonesia.

Menurutnya, ketersediaan saluran informasi yang timbul akibat perkembangan teknologi dan informasi telah merevolusi cara kita berkomunikasi dan cara masyarakat memperoleh sumber-sumber berita.

Ruang digital telah menjadi sumber informasi bagi masyarakat yang pada kenyataannya kerap mengabaikan etika publik bahkan tidak jarang menjadi ruang penyebaran secara luas informasi hoaks dan berbagai konten negatif lainnya.

"Oleh karena itu, Pemerintah memerlukan kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak dalam menangani dan mengelola narasi negatif, informasi hoaks, dan konten-konten ekstrimisme kekerasan lainnya di ruang digital," kata Mahfud MD.

Danny Ardianto, Head of Government Affairs, YouTube Indonesia dan Frontier Asia Selatan mengatakan, upaya mencegah meluasnya intoleransi dan ekstremisme tidak hanya terbatas melalui pengembangan teknologi, namun juga pemberdayaan masyarakat melalui  literasi digital. 

"Melalui Salam Forum, kami mendorong para kreator konten untuk aktif menyuarakan pesan perdamaian dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia," katanya.

"Sepuluh video hasil kolaborasi ini merupakan upaya kolektif untuk membangun kesadaran dan literasi digital serta perwujudan komitmen YouTube dan Google untuk menciptakan ruang digital yang aman, sehat dan positif, baik melalui kebijakan, fitur teknologi maupun kemitraan dengan para pemangku kepentingan," sambungnya.

Baca juga: Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia Serahkan Bantuan untuk Pengungsi Korban Erupsi Gunung Semeru

Kampanye ini juga mendapatkan dukungan penuh dari badan pembangunan PBB, UNDP. 

Mitra Modaressi, PVE Program Manager UNDP Bangkok Regional Hub mengungkapkan kesiapannya dalam memberikan dukungan penuh dalam menyediakan fellowship.

Fellowship ini bertujuan untuk meningkatkan toleransi dan keterbukaan di Indonesia, serta mendukung ulama muda untuk mampu memproduksi konten yang berkualitas yang mempromosikan nilai keberagaman dan kohesi sosial.

"UNDP ingin memperluas keterlibatan para pemuda dari seluruh Asia Tenggara dalam mempromosikan narasi positif dan masyarakat yang inklusif di ruang digital," kata Mitra.

Sementara itu, Marc Vierstraete Verlinde, Pakar Keamanan dan Kontra Terorisme Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, meyakini bahwa budaya popular dapat dimanfaatkan dan memiliki peran penting dalam membangun kohesi sosial.

"Pendekatan yang unik dengan gaya popular, dengan berdasarkan pengamatan yang teliti terhadap pengalaman keseharian, seperti melalui produksi film pendek ini, akan sangat berkontribusi dan berdampak dalam membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga keberagaman dan merawat toleransi, terlebih di Indonesia yang masyarakatnya dikenal sangat majemuk dan beragam ini," ujarnya. 

Maraknya ujaran kebencian (hate speech) yang beredar di ruang digital, juga berdampak negatif dalam menjalin hubungan baik antar sesama manusia dan antar umat beragama.

Hal ini menjadi tantangan dan ancaman perihal toleransi di Indonesia.

Habib Husein Ja’far Al Hadar, seorang Da’i Islam Cinta dan sekaligus content creator yang juga berdakwah melalui media sosial menegaskan masyarakat harus sangat bijak dalam bermedia.

Saat ini publik diberikan kemudahan dalam mengakses dan menyebar informasi apapun. Media sosial menjadi platform utama penyebaran informasi

"Jika tidak digunakan secara bijak dan sesuai etika, media sosial menjadi lahan subur menyebarkan konten terlarang yang bisa menyebabkan intoleransi. Masyarakat harus berpikir sebelum menulis, dan berpikir sebelum menyebarkan konten," ucapnya.  

Baca juga: Hari Film Nasional 2022, Organisasi Perfilman Jadikan Gedung PPHUI Sebagai Pagar Budaya Perfilman

Video perdamaian hasil kolaborasi 10 content creator ini menghadirkan 10 video yang bertemakan perdamaian dengan durasi tiap konten sekitar 4-8 menit. 

Video ini juga dilengkapi dengan toolkit yang berisi informasi tentang 7 langkah jitu, yang bisa membantu publik untuk menyebarkan konten konten toleransi di media sosial.

Publik yang  ingin mempelajari lebih dalam tentang menyusun konten toleransi yang berbentuk kontra narasi dan narasi alternatif untuk toleransi dan perdamaian, bisa mengunduhnya di: https://www.wahidfoundation.org/

Yenny Wahid menambahkan, melalui program Salam Forum ini, diharapkan dapat memberikan ilmu, pengetahuan dalam berkomunikasi yang akhirnya dapat mencetuskan sebuah diskusi positif di ruang digital.

Tentunya, hal ini bisa dicapai melalui kerjasama berbagai pihak seperti pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

Bagi masyarakat yang ingin mengakses video perdamaian bisa menonton pada link berikut: https://bit.ly/35oCZm2.

"Mari kita bersama-sama menanamkan jiwa toleransi dalam mendukung transformasi digital yang inklusif," kata Yenny Wahid.

Dan 10 content creator yang terlibat dalam kampanye Salam Forum ini:

- Ar Rahim dengan tema  'Unity in Diversity'

- Aswaja Dewata dengan tema Merawat Tradisi, menjunjung Toleransi berjudul 'Putu: Berbeda  Tetap Keluarga'

- Alif.Id dengan tema Rukun Tetangga dalam Bingkai Kearifan Lokal berjudul 'Srawung'

- PW Pergunu dengan tema Moderasi Beragama berjudul “Sekolah Moderat”

- Islam Santun dengan tema Moderasi Beragama berjudul 'Reresik'

- Neswa dengan tema tentang Ragam Wajah Muslimah Indonesia berjudul 'Cerita Muslimah Episode 1. Sang Penari'

- Desa Nglinggi dengan tema Perempuan Pejuan Kemanusiaan di masa Pandemi berjudul 'Rewang'

- Komunitas Musisi Mengaji dengan tema Musik, Musisi, Inklusifitas dan Gerakan Hijrah yang mengangkat percakapan tentang Halal-Haram Bermusik sebagai media dakwah berjudul 'Sailor Maemonah'

- Srikandi Lintas Iman dengan tema Perempuan Agen Perdamaian berjudul 'Boru Bawa Damai'

- Tsaqafah dengan tema Toleransi di Sekolah berjudul 'Story of Vivian'. (ign)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved