Minggu, 12 April 2026

Bulan Suci Ramadan

LIVE STREAMING Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1443 Hijriah, Digelar Hibrid

Kamaruddin menjelaskan, secara luring sidang isbat akan digelar di Auditorium HM Rasjidi Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kementerian Agama menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadan 1443 Hijriah, Jumat (1/4/2022) sore ini, bertepatan dengan 29 Syakban 1443 Hijriah.

Sidang bakal digelar secara hibrid untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Karena masih pandemi, sidang akan kembali digelar secara hibrid."

Baca juga: Zona Merah Covid-19 di Indonesia Masih Nihil, Kuning 458, Oranye 53

"Dalam arti gabungan antara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan," ujar Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin melalui keterangan tertulis, Senin (14/3/2022).

Kamaruddin menjelaskan, secara luring sidang isbat akan digelar di Auditorium HM Rasjidi Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Jumlah peserta yang hadir dibatasi sesuai ketentuan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Cuma Ada Tiga di Maluku dan Papua Barat

Sementara, sebagian peserta lainnya, akan berpartisipasi melalui telekonferensi melalui jaringan internet.

"Meski lebih longgar dari ketentuan tahun sebelumnya, kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan."

"Misalnya, ruang sidang telah disemprot disinfektan dan tempat duduk diatur berjarak."

Baca juga: Menko PMK: IDI Bertanggung Jawab Tegakkan Kode Etik, Terawan Punya Panggilan Jiwa Lakukan Inovasi

"Peserta juga akan diperiksa suhu tubuh dan harus menggunakan masker," tutur Kamaruddin.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag Adib menambahkan, sidang isbat digelar sesuai Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Sidang isbat selalu digelar pada tanggal 29 bulan sebelumnya pada kalender hijriah.

Baca juga: Aturan Mudik Lebaran 2022: Pendamping Anak di Bawah Usia 6 Tahun Wajib Sudah Divaksin Booster

Sidang isbat akan melibatkan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama, duta besar negara sahabat, dan perwakilan ormas Islam.

Sidang ini juga akan melibatkan perwakilan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan undangan lainnya.

"Kami juga mengundang pimpinan MUI dan Komisi VIII DPR untuk hadir dalam sidang," katanya.

Baca juga: Apdesi Dukung Jokowi Tiga Periode, Junimart Girsang: Kades Dilarang Berpolitik, Melawan Konstitusi

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved