Novel Baswedan Diteror

Biaya Pengobatan Mata Novel Baswedan ke Belanda Dipertanyakan, Polri Diminta Menjelaskan

Terlebih, MAPAN menilai tak banyak informasi terkait dokter spesialis di Negeri Kincir Angin tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Henry Lopulalan
Masyarakat Anti Penyelewengan Anggaran (MAPAN) mempertanyakan kepergian mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ke Belanda, untuk pengobatan mata. 

Mantan penyidik yang dipecat pimpinan KPK era Firli Bahuri cs dengan dalih tidak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) ini menilai, jika dirinya memutuskan berobat pada tahun lalu, kemungkinan besar ia akan mendapat informasi pemberhentiannya sebagai pegawai KPK di Belanda. 

"Mohon doanya, semoga ada solusi terbaik yang bisa dilakukan untuk perbaikan mata saya," ucap Novel. 

Baca juga: Tujuh Ratusan Dokter Wafat Akibat Covid-19, Menkes: Mereka Pahlawan Kesehatan Indonesia

Novel disiram air keras pada 11 April 2017, saat dalam perjalanan pulang usai salat subuh berjemaah di masjid yang hanya berjarak 50 meter dari rumahnya.

Air keras itu disiram di wajah mantan penyidik senior KPK itu, dan mengakibatkan mata kiri Novel buta.

Pada 26 Desember 2019, tim gabungan Polri menemukan pelaku penyiraman Novel, yakni dua anggota Polri bernama Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Bugis.

Rahmat kemudian divonis 2 tahun penjara, dan Ronny 1,5 tahun penjara. (Danang Triatmojo)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved