Musik
Rekti 'The Sigit' hingga Oom Leo Cari Musisi dan Seniman Berbakat, Sodorkan Hadiah Uang Rp 450 Juta!
Para musisi muda dan seniman visual berbakat di Tanah Air boleh bersiap-siap, pasalnya ajang kontestasi Dare To Be The Next Superstar kembali digelar.
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Menurut pria berambut gondrong ini, DTBTNS Season 2 bisa menjadi jembatan bakat-bakat terpendam untuk menampilkan karya-karya mereka dan lebih dikenal publik secara luas.
"Di era digital ini semua orang dimudahkan berkarya dan menampilkan karyanya," kata Rekti Yoewono.
Dengan begitu, lanjutnya, dibutuhkan wadah kurasi untuk menjaring talenta-talenta yang menarik dan punya kualitas.

"Di DTBTNS tahun lalu saya dipertemukan dengan talenta muda yang andal-andal. Terbukti peserta tahun lalu juga sudah ada yang mulai aktif berkarir dan mendapat perhatian penyuka musik yang sesuai target market mereka," kata Rekti Yoewono.
Oom Leo menyebutkan, DTBTNS Season 2 bisa menjadi batu loncatan penting bagi seniman visual berbakat untuk mempresentasikan sekaligus meletakan pondasi kuat untuk karya mereka ke mata publik.
Seniman visual multi-platform ini menganggap, adanya konsep kurasi yang menjadi rangkaian proses penjurian di ajang ini merupakan sebuah elemen ‘sakral’ yang jarang ditemukan dan menjadi nilai plus.
Baca juga: Bemandry Terjun ke Industri Musik, Ciptakan dan Nyanyikan Banyak Lagu hingga Isi Soundtrack Novel
Baca juga: Konser Amal Koin Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama Road to Lampung Kumpulkan Donasi Rp 2,1 Miliar
"Di level lokal maupun dunia saat ini, sudah nggak banyak wadah dan gelaran masif yang menggunakan pola kurasi serta metode penilaian untuk memilih karya-karya yang kelak akan dipresentasikan ke publik," kata Oom Leo.
Kemudahan akses dan arus informasi terkini menyebabkan kegiatan penciptaan karya lebih bersifat 'pintas'.
"Mencapai publik yang lebih luas tanpa harus mengalami beragam proses awal berupa kritik, diskusi, bahkan inspirasi dan aspirasi di tahap penciptaan," ucap pemilik nama asli Narpati Awangga itu.
Penjurian
Setelah proses pendaftaran alias submission dari 17 Januari hingga 28 Februari 2022, rangkaian DTBTNS Season 2 berlanjut ke tahap penjurian (kurasi, coaching, final), lalu diakhiri dengan eksplorasi pemenang.
Pada proses penjurian, para juri di setiap kategori akan memilih karya terbaik dari para peserta yang dinyatakan layak untuk menjadi pemenang.
Setiap dewan juri memiliki kriteria penilaian masing-masing, seperti halnya Rekti Yoewono dan Oom Leo.
Baca juga: Label Musik Ajukan Gugatan Uji Materi Undang-undang Hak Cipta, Rhoma Irama: Ada Keserakahan di Sini!
Baca juga: Nabilla Gomes Tetap Bernyanyi Setelah Menikah dan Kini Sedang Hamil, Mengapa Belum Pede Tulis Lagu?
"Kalau saya pribadi, lagu yang enak didengar sudah menjadi keharusan. Tetapi ada unsur terpenting lainnya yaitu keunikan dan kekhasan, baik dari karya maupun cara menampilkan karya itu sendiri," kata Rekti Yoewono.
"Sebenernya gak ada kriteria yang spesifik untuk karya. Namun setidaknya mereka wajib tahu tentang metode penciptaan karya yang baik dan bijak, serta dapat menjawab segala hal yang berkaitan dengan 5W+1H," ujar Oom Leo.