Breaking News:

Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat Pertama Kali Ditemukan oleh Tim Penyelidik KPK Saat OTT

Mulanya, kata Ghufron, penyelidik ingin mengamankan Terbit dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Kerangkeng berisi orang ditemukan di rumah Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kerangkeng berisi orang ditemukan di rumah Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengungkapkan kronologi tim penyelidik menemukan ruangan berisi orang-orang tersebut.

Terbit merupakan tersangka KPK dalam kasus dugaan suap terkait pekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020-2022 di Kabupaten Langkat, sumatera Utara.

Baca juga: 18 Orang Tewas Terbakar di Karaoke Usai Bentrokan Dua Kelompok Massa di Sorong, 1 Tewas Dibacok

Mulanya, kata Ghufron, penyelidik ingin mengamankan Terbit dalam operasi tangkap tangan (OTT).

KPK kemudian menggeledah seisi ruangan rumah milik Terbit.

"Pada saat itu, tim penyelidik tidak menemukan yang bersangkutan, malah menemukan dua ruangan yang terlihat seperti ruang berkerangkeng, yang berisi orang-orang."

Baca juga: BREAKING NEWS: Diplomasi Sejak 1973, Indonesia-Singapura Akhirnya Teken Perjanjian Ekstradisi

"KPK mencurigai ada masalah, KPK kemudian menanyakan siapa orang-orang yang di dalam itu," ucap Ghufron dalam keterangan video yang diterima Tribunnews, Selasa (25/1/2022).

Kepada tim penyelidik KPK, tutur Ghufron, orang-orang itu mengaku sebagai pekerja di kebun sawit milik Terbit Rencana Perangin Angin.

Karena tujuan awal KPK ingin menangkap Terbit, yang ternyata tidak ada di rumahnya, maka tim penyelidik bergerak ke tempat lain.

Baca juga: Dapat Pelat Dinas Polisi, Pengamat: Arteria Dahlan Agen Rahasia yang Dititipkan Jadi Anggota DPR?

"Namun KPK atas temuan tersebut, mendokumentasikan dan kemudian telah berkoordinasi dengan penegak hukum."

"Untuk kemudian melakukan pemeriksaan, apakah temuan tersebut merupakan tindak pidana ataupun pelanggaran HAM," papar Ghufron.

KPK, lanjut Ghufron, berkoordinasi dengan polisi atas temuan tim penyelidik.

Baca juga: Gara-gara Arteria Dahlan, Kapolri Bakal Evaluasi Aturan Pelat Nomor Dinas Polisi untuk Pejabat

Lembaga antirasuah menyatakan siap memberikan dokumentasi yang terekam.

"Saat ini aparat penegak hukum dan Komnas HAM telah melakukan proses-proses sesuai dengan kewenangan masing-masing."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved