Berita Nasional

Tak Ada Studi Kelayakan, Said Didu Prediksi Pembangunan Ibu Kota Baru Bakal Mangkrak

Said Didu menambahkan, pada 2012 ia sudah memprediksi soa mobil ESEMKA yang digadang-gadang Jokowi kala itu.

Editor: Feryanto Hadi
TRIBUNNEWS/LITA FEBRIANI
Said Didu prediksi pembangunan IKN akan mangkrak 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu memperkirakan, pembangunan Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur bakal mangkrak.

Ia menyebut, prediksinya tersebut dilatari karena pembangunan tersebut tidak dilakukan dengan study kelayakan yang cukup.

Perkiraan saya, proyek IKN akan mangkrak seperti proyek-proyek lainnya yang tidak diawali dengan study kelayakan. Silakan publik mencatat mention saya ini," tulis Said Didu dikutip dari Twitter pribadinya, Rabu (19/1/2022).

Said Didu menambahkan, pada 2012 ia sudah memprediksi soa mobil ESEMKA yang digadang-gadang Jokowi kala itu.

Baca juga: Ogah Minta Maaf, Arteria Dahlan Justru Singgung Sunda Empire, Persilakan Ridwan Kamil Lapor MKD

Selain itu, ia juga pernah memprediksi mengenai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang disebutnya tidak layak.

"2012 saya mention bahwa mobil esemka adalah bohong, 2016 saya mention bhw KA cepat tidak laik dan tidak layak serta jalan tol akan rugi," ungkapnya.

Seperti diketahui, dana untuk membiayai pembangunan dan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru di tahap awal dipastikan menggunakan sebagian uang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022.

Pengamat ekonomi Universitas Airlangga, Rahma Gafmi menyampaikan, dana untuk bangun IKN diharapkan tidak mengganggu anggaran khusus Covid-19.

Baca juga: Akui Jokowi Terlibat di Proyek Satelit Kemenhan, Begini Penjelasan Mahfud MD

"Jika memang anggarannya ada hemat saya tepat, selama IKN tidak mengganggu anggaran khusus COVID-19. IKN merupakan salah satu strategi pemulihan ekonomi nasional," ujar Rahma kepada Tribunnews, Rabu (19/1/2022).

Rahma berpandangan, jika IKN cepat terealisasi, maka akan menyerap investasi lebih besar sehingga dipredisi akan menyerap hingga 100 ribu tenaga kerja pada tahun pembangunan pertama, dan menyerap 5 jt tenaga kerja hingga 2045.

"Hal ini sangat membantu akselerasi pemulihan ekonomi akibat COVID-19. Hemat saya apa yang dilakukan pemerintah kalau kita lihat dari kacamata proyek itu sendiri dan msh perlunya stimulus fiskal di tengah pandemi," imbuh Rahma.

Ia berpandangan, IKN dapat menjadi momentum Indonesia untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi karena menyerap tenaga kerja yang cukup besar sehingga mendorong daya beli masyarakat didaerah cukup tinggi.

Baca juga: Biar Ada Unsur Jokowi-nya, Rocky Gerung Usulkan Ibu Kota Baru Bernama Jokowikarta atau Jokarta

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pemerintah belum membagi dana PEN 2022 secara rinci. Untuk itu, pemerintah akan memasukkan IKN menjadi salah satu dari program pemulihan ekonomi.

"Jadi ini akan kami desain baik untuk 2022, seperti diketahui 2022 paket pemulihan ekonomi Rp450 triliun masih belum dirinci seluruhnya. Jadi ini nanti mungkin bisa dimasukkan dalam bagian program PEN," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Selasa (18/1).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved