Korupsi

Recovery Asset, Kejaksaan Agung Buru Mitra Terdakwa Kasus Korupsi Asabri

Recovery Asset, Kejaksaan Agung Buru Mitra Terdakwa Kasus Korupsi Asabri. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Kejagung), Supardi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Kejagung), Supardi menyampaikan pihaknya masih akan memburu seluruh pihak yang terlibat dan menikmati hasil korupsi, terutama untuk kepentingan asset recovery.

Sebab penyidik meyakini, masih ada pihak-pihak yang diduga terlibat termasuk mitra terdakwa maupun tersangka.

"Bisa saja nanti berkembang lagi (tersangkanya)," kata Supardi saat dihubungi pada Senin (17/1/2022).

Supardi sendiri mengaku tetap fokus melakukan asset recovery untuk pengembalian kerugian negara.

Bahkan dia mengakui, tim penyidik perkara Asabri telah memiliki daftar aset yang diduga terafiliasi dengan terdakwa maupun tersangka yang saat ini berada di luar, baik berupa saham maupun aset lainnya.

Menurutnya, maksimalkan pengejaran aset perkara Asabri oleh penyidik bukan tanpa alasan.

Sebab sejumlah fakta terungkap dalam persidangan kasus Asabri.

Di antaranya adanya dugaan aset-aset yang disamarkan atas nama pihak lain atau mitranya.

Baca juga: PROFIL Sonny Widjaja dan Adam Rachmat, Dua Jenderal Purnawirawan Divonis 20 Tahun Kasus Asabri

Baca juga: Divonis 10 dan 13 Tahun Penjara, Dua Terdakwa Asabri Wajib Bayar Uang Pengganti Rp 1 Triliun Lebih 

"Kalau arahnya kesana pasti akan kita panggil. Apalagi kalau keteranganya penting tentu mereka harus kita panggil lagi (diperiksa)," kata Supardi menandaskan.

Ditambahkan, perburuan aset perkara Asabri akan terus dilakukan mengingat penyidik telah mengindikasi ada sejumlah aset yang sengaja disamarkan atau dialihkan untuk menghindari penyitaan.

Apalagi dikaitkan dengan penyitaan aset milik para terdakwa dan tersangka masih terlihat sangat jomplang.

Aset milik terdakwa Benny Tjokro dari pengakuan kuasa hukumnya telah disita bahkan melebihi tanggungan Benny, walaupun pernyataan itu juga harus dibuktikan terlebih dahulu.

Jika majelis hakim menvonis mati terdakwa Heru Hidayat, bagaimana recovery assetnya?

Supardi menyatakan akan tetap mengoptimalkan pelacakan aset-asetnya. Pihaknya akan bekerjasama dengan PPA (Pusat Penelusuran Aset) Kejagung dan PPATK (Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan) untuk mentracing aset yang terafiliasi dengan mitra terpidana.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved