RSUD Tarakan Kini Miliki Layanan Tuberculosis Resisten Obat dan Stroke Center
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Resmikan Layanan Tuberculosis Resisten Obat dan Stroke Center di RSUD Tarakan
Penulis: Miftahul Munir | Editor: LilisSetyaningsih
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Penyakit tuberculosis (TBC) memiliki risiko terjadinya resistensi ketika pengobatan yang dilakukan penderita tidak disiplin.
Seperti diketahui, pengobatan TBC memakan waktu minimal 6 bulan tanpa absen minum obat.
Sementara itu, setelah dua minggu mengonsumsi obat, biasanya gejala yang dirasakan penderita TBC hilang.
Jadi pasien merasa sudah 'sembuh'.
Hal inilah yang membuat pasien berhenti mengonsumsi obat karena merasa sudah 'sehat'.
Baca juga: Tangkal Mitos dan Hoax Soal Penyakit Jantung, PERKI Banten Rilis Website dan Buku
Baca juga: Cegah Penyakit Jantung Sejak Dini dengan Cara Kurangi Faktor Risikonya, Salah Satunya Gorengan
Padahal bakterinya sebenarnya hanya 'tidur' belum benar-benar mati.
Ketika berhenti minum bakteri TBC menjadi lebih kuat dan pengobatan yang dilakukan tidak lagi pada lini pertama. Saat itulah terjadi resistensi.
Ketika pasien TBC sudah resistensi, maka pengobatan yang dilakukan lebih mahal, durasi lebih lama.
Begitu juga pada pasien stroke. Ketika terjadi stroke masa pemulihan akan lama.
Baca juga: Gigi dan Mulut tak Terawat Bukan Hanya Bikin Sakit Gigi, Risiko Penyakit Jantung 3 Kali Lebih Tinggi
Baca juga: Orang muda bisa terkena penyakit jantung, Ini Alasannya
Kabar baik bagi penderita tuberculosis resisten obat dan stroke, karena Pemerintah Kota Jakarta Pusat meresmikan layanan tuberculosis resisten obat dan layanan stroke terpadu di RSUD Tarakan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada (31/12/2021) lalu.
Peresmian ini dilakukan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi Idris dan didampingi Sudin Kesehatan Jakarta Pusat.
Irwandi mengapresiasi pihak RSUD Tarakan karena telah berinovasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Sesuai keinginan Gubernur DKI Jakarta, layanan kesehatan merupakan layanan dasar yang harus diutamakan kepada masyarakat," ujar dia, Minggu (2/1/2022).
Baca juga: Terapi Pijat dan Obat Untuk Penanganan Diabetes
Baca juga: Jangan Menyalahkan Keturunan! Bisa Kena Diabetes atau Tidak, Diri Sendiri yang Menentukan
Irwandi menegaskan, bahwa layanan kesehatan sangat penting bagi masyarakat khususnya di Jakarta Pusat.
Apalagi ini Inovasi kedua dari RSUD Tarakan, karena sebelunnya RSUD tersebut membuat layanan perawatan sakit jantung dan beberapa penyakit lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rsud-tarakan.jpg)