Kamis, 21 Mei 2026

Lifestyle

Terapi Pijat dan Obat Untuk Penanganan Diabetes 

Selain obat, berkembang juga treatment untuk membantu menurunkan komplikasi terjadinya diabetes, yakni pijat.

Tayang:
Editor: LilisSetyaningsih
Grid.Id
Dari sudut kesehatan, pijatan dapat menstimulasi syarat dan memperlancar aliran darah 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Setelah dinyatakan menyandang diabetes,  obat harus diminum sepanjang usia untuk menghindari komplikasi. Termasuk suntik insulin ketika pengobatan oral sudah tidak lagi banyak membantu. 

Di masyarakat sendiri juga beredar herbal yang diyakini dapat menurunkan gula darah, yang terkenal daun insulin.

Namun masih diperlukan penelitian untuk membuktikan hal tersebut. Terutama soal dosis. 

Selain obat, berkembang juga treatment untuk membantu menurunkan komplikasi terjadinya diabetes, yakni pijat.

Baca juga: Jangan Menyalahkan Keturunan! Bisa Kena Diabetes atau Tidak, Diri Sendiri yang Menentukan

Baca juga: Penemuan Insulin 100 Tahun lalu, Tonggak Pengobatan Diabetes, Namun Jumlah Penderitanya Kian Banyak

Pijat juga sudah turun temurun dikenal di masyarakat.

Terutama untuk mengobati yang berhubungan dengan tulang dan otot. 

Dikutip dari newsletter yang diterima Wartakotalive.com, pada dasarnya, masih diperlukan lebih banyak penelitian mengenai manfaat pijat untuk penyandang diabetes tipe 2.

Namun, beberapa studi dalam gooddoctor.co.id menunjukkan bahwa terapi pijat dapat membantu penyandang diabetes dalam:

Baca juga: Jangan Biarkan Berat Badan Terus Bertambah, Obesitas Pintu Masuk untuk Diabetes

Baca juga: Ini Penjelasan Ahli Mengapa Luka Diabetes Paling Sering Terjadi di Kaki

1. Menurunkan kadar glukosa darah
2. Membantu mengelola penyakit arteri perifer
3. Mengelola gejala neuropati diabetes
4. Memperbaiki gejala neuropati

Untuk mengatasi diabetes juga memerlukan obat. Namun, karena tipe diabetes beragam maka pengobatannya pun beragam. 

“Jadi, tidak bisa menyamaratakan diabetes dengan satu atau dua macam obat saja. Tipe orang dengan diabetes mempunyai keunikan sendiri-sendiri," kata  Dr. Rulli Rosandi, SpPD, spesialis penyakit dalam di Good Doctor saat berbicara dalam rangkaian webinar #GoodKnowledgeGoodHealth bekerja sama dengan  LSPR Communication & Business Institute baru-baru ini. 

"Obat yang cocok untuk A belum tentu cocok untuk B atau C. Pemilihan terapi diabetes sebaiknya berdasarkan pertimbangan dari dokter,” imbuhnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Good Doctor dr. Rulli Rosandi, SpPD-KEMD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Good Doctor dr. Rulli Rosandi, SpPD-KEMD (istimewa)

Ia melanjutkan, ada dua bentuk obat diabetes, yaitu obat oral dan injeksi. Untuk injeksi berupa insulin atau GLP-1 RA.

Dr. Rulli mengatakan, GLP-1 disuntikkan seminggu sekali bisa mengontrol atau mengendalikan gula darah.

Hanya syaratnya, membutuhkan insulin dalam tubuh dengan kondisi baik.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved