Jumat, 8 Mei 2026

Lifestyle

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Luka Diabetes Paling Sering Terjadi di Kaki

Kulit kaki orang diabetes sering kali kering karena terjadi gangguan saraf otonom yang mengeluarkan keringat.

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
istimewa
Ilustrasi - luka diabetes lebih menyerang di bagian kaki 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perawatan luka pada penderita diabetes memiliki tantangan sendiri buat si sakit dan anggota keluarga yang merawat.

Nida dan ibunya berjibaku merawat adik ibunya atau om yang menderita luka diabetes

Luka yang becek, menghitam, merah serta berbau tidak sedap.

Sementara luka itu harus sering dibersihkan. Kerap si penderita tidak merasakan lagi sakit di luka tersebut.

Baca juga: Kenali Gejala Diabetes, untuk Memastikan Tetap harus Periksa Kadar Gula Darah

Baca juga: Segera Periksa Mata Ketika Terdeteksi Diabetes, Miliki Risiko 25 Kali Lipat Alami Kebutaan

Luka diabetes yang tidak kunjung sembuh akan berisiko diamputasi untuk memutus penjalaran luka. 

"Bentuk lukanya saja sudah 'serem' belum bau nya," kata Nida.

Berbicara pada rangkaian webinar #GoodKnowledgeGoodHealth bekerja sama dengan LSPR Communication & Business Institute, baru-baru ini, Dr. Rulli Rosandi, SpPD-KEMD, spesialis penyakit dalam di Good Doctor menyatakan yang menjadi masalah dalam diabetes adalah komplikasinya, seperti stroke, penyakit kardiovaskular, neuropati diabetik, gangguan ginjal, dan gangguan mata, serta luka. 

Luka diabetes paling sering terjadi di kaki.

Baca juga: Asal  Gizinya Seimbang, Penyandang Diabetes Tidak ada Pantangan Makan

Baca juga: Banyak Waktu Luang saat Pandemi Covid-19 Membuat Risiko Diabates dan Prediabetes dapat Meningkat

Ia menjelaskan, diabetes paling sering mengenai serabut saraf tipe panjang di bagian kaki.

Kulit kaki orang diabetes sering kali kering karena terjadi gangguan saraf otonom yang mengeluarkan keringat.

Karena keringatnya tidak keluar, kulit menjadi pecah-pecah sehingga apabila tidak dirawat dengan diberi pelembap dapat menjadi pintu masuk untuk kuman.

Kemudian, kuman berkembang banyak sehingga mulailah luka diabetes.

Baca juga: Fluktuasi Level Gula Darah Bisa Mengakibatkan Imunitas Tubuh jadi Lemah dan Mudah Terpapar Virus

Baca juga: Atur Asupan Gula dan Gizi Anak Sejak Dini Sesuai dengan kebutuhannya

Pengobatannya tergantung tipe lukanya.

"Jadi, kalau ada luka harus dirawat agar tidak tambah naik," ujar dr Rulli. 

Dilansir dari gooddoctor.co.id, sebuah publikasi dari American Diabetes Association tahun 2018 mencatat bagaimana diabetes bertanggung jawab terhadap 50 persen kasus amputasi di Amerika Serikat.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved