Munarman Ditangkap

Kuasa Hukum: Munarman Agak Kurus, Lebih Putih dan Bersih

Aziz mengungkapkan, saat ini Munarman dalam keadaan yang tetap semangat, namun lebih kurus.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Aziz Yanuar, kuasa hukum Munarman, membeberkan kondisi terkini kliennya selama mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Aziz Yanuar, kuasa hukum Munarman, membeberkan kondisi terkini kliennya selama mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Aziz mengungkapkan, saat ini Munarman dalam keadaan yang tetap semangat, namun lebih kurus.

Kata Aziz, Munarman juga tampak lebih putih karena tengah menjalani penahanan.

Baca juga: Kasus Omicron di Indonesia Bertambah Jadi 5, Dua Pasien Teranyar Baru Pulang dari London

"Agak kurus, lebih putih, lebih bersih karena jarang keluar, tetapi tetap semangat," kata Aziz saat ditemui awak media usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (22/12/2021).

Kendati begitu, Aziz memastikan eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI) itu dalam kondisi tidak sakit, meski fisiknya agak kurus.

"Enggak, alhamdulillah beliau kuat," ucapnya.

Baca juga: Tak Cuma di Jakarta, Epidemiolog Yakin Varian Omicron Sudah Masuk Bali, Ini Indikatornya

Dalam perkara ini, Munarman didakwa menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan terorisme. Aksi Munarman itu dilakukan di sejumlah tempat.

"Munarman dan kawan-kawan merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk ancaman kekerasan untuk melakukan tindak pidana teroris," kata jaksa dalam persidangan, Rabu (8/12/2021).

Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan perbuatan itu dilakukan oleh Munarman secara sengaja.

Baca juga: Kepala BMKG Pastikan Gempa 7,4 SR di NTT Tak Dipengaruhi Aktivitas Gunung Semeru

Jaksa menyebut bekas kuasa hukum Rizieq Shihab itu melakukan beragam upaya untuk menebar ancaman kekerasan yang diduga untuk menimbulkan teror secara luas.

Munarman juga disebut menyebar rasa takut hingga berpotensi menimbulkan korban secara luas.

Perbuatannya, kata jaksa, juga mengarah pada perusakan fasilitas publik.

Baca juga: Ketum PBNU: Gerakan 212 Bukan Kebangkitan Islam, Masjid Dijadikan Tempat Tidur, Salat di Lapangan

"Bermaksud untuk menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas."

"Atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas atau hilangnya nyawa atau harta benda orang lain, atau untuk menimbulkan kerusakan."

"Atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis atau lingkungan hidup, atau fasilitas publik atau fasilitas internasional," beber jaksa.

Baca juga: Pemerintah Bakal Biayai Vaksinasi Booster untuk 83,1 Juta Penduduk, 125,2 Juta Orang Bayar Sendiri

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved