Jumat, 17 April 2026

lifestyle

Hindari dengan Kekerasan, ini Trik Mendisiplinkan Anak

orangtua terlalu sering membentak anak, sangat mungkin terjadi kerusakan komponen di otak anak dan menimbulkan trauma berkepanjangan.

Editor: LilisSetyaningsih

Kekerasan bukanlah cara yang tepat dalam mengajarkan kedisiplinan pada anak. Sebaliknya, agar anak memahami ketika diajarkan untuk disiplin, orangtua perlu melakukan pendekatan emosional.

Menurut dr. Widia, karena di usia balita dan anak-anak, otak emosional masih dominan, maka cara terbaik untuk orangtua adalah mengambil kesempatan tersebut untuk menarik hatinya.

Baca juga: Chef Thomas Tirta: Gaya Hidup Sehat Tak Lagi Sekadar Tren, Masyarakat Mulai Selektif Soal Makanan

Di usia bawah 3 tahun, berikan anak perhatian yang penuh cinta. Misalnya, ketika anak menangis, gendong dan tenangkan.

Ketika anak emosional dan mengamuk, tenangkan dan beri pelukan.

"Cobalah pererat bonding dengan anak, buat anak merasa "cinta mati" dengan orangtuanya. Ketika anak merasa dicintai, mereka akan menyadari dan percaya bahwa setiap aturan serta omongan yang terucap dari orangtuanya, merupakan yang terbaik untuknya," kata dr. Widia.

"Jika anak sudah merasa nyaman dengan aturan yang diterapkan, lakukan secara konsisten,” imbuhnya.

Baca juga: Apakah Remaja Sudah Boleh Melakukan Perawatan Botox? Begini Saran Ahli

Lebih lanjut, dr. Widia juga mengatakan bahwa ketika mengajarkan anak untuk disiplin, orangtua sebaiknya jangan terlalu keras.

Seringkali orangtua terlalu keras ketika mengajarkan anak, namun anak sebenarnya belum memahami tujuan dari orangtua. Hal ini akhirnya hanya akan menimbulkan perasaan takut dan trauma pada diri anak.

Kekerasan Verbal atau Nonverbal dan Pengaruhnya pada Anak

Ketika anak diberi kekerasan baik verbal (kata-kata) atau non verbal dengan alasan  untuk mendisiplinkan anak, bukannya disiplin malah menimbulkan masalah lain. 

Rasa marah dan tantrum yang timbul dari anak bukanlah tanpa sebab.

Baca juga: Anak lebih Aman didudukan di Car Seat daripada dipangku saat di dalam Mobil, ini Alasannya

Ada berbagai alasan yang mendasari kemarahan si Kecil, sayangnya ia belum bisa mengungkapkannya dengan baik secara verbal.

Oleh karena itu, penting juga bagi orangtua untuk mengobservasi apa penyebab anak merasa emosional, kemudian barulah mencari cara untuk menenangkannya.

Apabila orangtua terlalu keras terhadap anak, ada 2 kemungkinan yang mungkin terjadi pada diri anak.

Pertama, anak menjadi takut dan menghindari orangtuanya. Jika sudah begini, bonding yang sudah terbangun mungkin akan perlahan memudar dan anak menjadi semakin jauh dengan orangtua.

Baca juga: Keju Cheddar Selain Sebagai Sumber Energi juga Tinggi Kalori Agar Buah Hati tidak Mudah Lelah

Baca juga: Metaverse Akan Menjadi Masa Depan Manusia

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved