lifestyle
Hindari dengan Kekerasan, ini Trik Mendisiplinkan Anak
orangtua terlalu sering membentak anak, sangat mungkin terjadi kerusakan komponen di otak anak dan menimbulkan trauma berkepanjangan.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Melatih si Kecil agar disiplin selalu menjadi tantangan bagi orangtua.
Tak jarang pula, karena orangtua merasa tidak sabar dengan kelakuan anak-anak yang dirasa tidak disiplin.
Akibat ketidaksabaran dan membuat jengkel, kerap membuat ayah atau ibunya memarahi, membentak, bahkan memukul si Kecil ketika menerapkan disiplin ke anak.
Namun, alih-alih menjadi disiplin, ketika anak sering dimarahi, dibentak bahkan diberi kekerasan dengan dipukul, hasilnya justru sebaliknya.
Baca juga: Sajikan Hidangan yang menarik dapat Menambah Kelezatan, Buktikan
Baca juga: Anak dan Orangtua Mendapatkan Manfaat yang Sangat baik dari Kegiatan Bermain Bersama
Lalu bagaimana caranyaUntuk memahami hal tersebut, Teman Parenting belum lama ini melakukan sesi Instagram Live bertajuk "Mendisiplinkan Anak Ada Triknya!" bersama dr. Putu Ayuwidia Ekaputri, M. Sc., dokter yang mendalami ilmu cognitive neuroscience.
Sejak Usia Berapa Mengajarkan Anak Disiplin?
dr. Putu Ayuwidia Ekaputri, M. Sc., dokter yang mendalami ilmu cognitive neuroscience mengatakan, pada dasarnya, mendisiplinkan anak dapat dilakukan sejak ia lahir.
Pasalnya, sejak lahir, anak sudah memiliki otak yang mampu bekerja, walaupun fungsi dan kerjanya belum begitu kompleks serta optimal.
Baca juga: Jaga Mood Selama Menstruasi dengan Pilihan Pembalut yang Tepat
Oleh karenanya, menjadi catatan penting bagi orangtua, bahwa dalam mendisplinkan anak perlu disesuaikan dengan tahapan usianya.
Tak hanya itu, ekspektasi orangtua terhadap anak juga perlu dikontrol dengan baik ketika ingin mengajarkan soal kedisiplinan.
Dijelaskan dokter yang biasa disapa dr. Widia, ketika anak baru lahir, bagian otak yang berfungsi secara dominan adalah bagian lower brain atau primitive brain.
Bagian otak ini memiliki tugas dalam pengaturan emosi anak dan berkembang sangat pesat sebelum anak menginjak usia 3 tahun.
Baca juga: Dengan Teknologi Kain Nano Shield Bikin Generasi Rebahan bisa Aman dari Gangguan Virus dan Bakteri
Setelah usianya mencapai 3 tahun, perlahan otak bagian logika akan mulai terbentuk dan bekerja, sehingga mencapai tingkat kematangan di usia 25-30 tahun.
"Dengan memahami perkembangan otak anak ini, diharapkan orang tua akan lebih mudah mencari metode paling efektif saat mengajarkan disiplin pada anak, sejak awal kehidupannya," katanya saat menjadi pembicara di Teman Parenting sesi Instagram Live bertajuk "Mendisiplinkan Anak Ada Triknya!" belum lama ini.
Trik Mendisiplinkan Balita