Virus Corona

Zulkifli Hasan: PPKM Saat Libur Nataru Cukup Level 2, Itu Sudah Lebih dari Cukup

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, PPKM saat libur Nataru cukup berada di level 2.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/CHAERUL UMAM
Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai penerapan level PPKM selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebaiknya memang  tidak terlalu tinggi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai penerapan level PPKM selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebaiknya memang  tidak terlalu tinggi.

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, PPKM saat libur Nataru cukup berada di level 2.

"Mestinya kita level 1, tapi karena Nataru ini jadi level 2, itu sudah lebih dari cukup," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Permintaan Pelapor Dikabulkan, MKD Bakal Panggil Fadli Zon Soal Cuitan Invisible Hand UU Cipta Kerja

Zulhas mengatakan, hal yang paling penting saat ini adalah menggencarkan vaksinasi.

Menurutnya, jika semua orang sudah divaksin, maka imun akan naik dan sebaran kasus baru bisa ditekan dengan baik.

"Jadi kuncinya itu vaksin."

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 8 Desember 2021: 351 Orang Sembuh, 264 Positif, 16 Meninggal

"Kalau semua sudah vaksin itu mudah-mudahan karena imunnya naik dan itu bisa diatasi," harap Ketua Umum PAN tersebut.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan tak akan menerapkan PPKM level 3 di seluruh Indonesia, pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pemerintah memilh membuat kebijakan yang lebih seimbang, dengan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah.

Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tapi dengan beberapa pengetatan.

Baca juga: Varian Omicron Diduga Berasal dari Flu Biasa, Epidemiolog: Enggak Ada Long Flu, Adanya Long Covid-19

Keputusan ini juga didasarkan pada capaian vaksinasi Covid-19 dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen, dan dosis 2 yang mendekati 56 persen.

Vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa-Bali.

Sebagai perbandingan, belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi pada periode Nataru tahun lalu.

Baca juga: Muhaimin Iskandar: Jokowi Kurus dan Kalem, tapi Jagoan Mengatasi Politik Nasional

Hasil sero-survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19 yang tinggi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved