Kamis, 9 April 2026

Anies Disebut Gubernur Bencong, Saat Digeruduk Massa Buruh

Massa buruh meminta Anies mengambil sikap membatalkan penetapan UMP 2022. Buruh berharap Anies tak jadi gubernur penakut.

Warta Kota
Massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) DKI Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (8/12/21). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Perwakilan buruh yang berdemo di depan Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (8/12/2021) diperbolehkan masuk ke kantor Gubernur Anies untuk melakukan audiensi.

Pada saat audiensi, sejumlah perwakilan buruh yang terafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hanya ditemui oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Andri Yansyah; Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Taufan Bakri, dan anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Tak ada lagi Gubernur DKI Anies Baswedan menemui mereka, yang beberapa hari sebelumnya sempat lesehan dengan buruh dan berjanji akan menaikkan UMP DKI 2022.

Karena janji itu pula massa buruh yang terafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggeruduk Balai Kota DKI Jakarta menagih janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menaikkan upah minimum provinsi (UMP).

Sebelum perwakilan buruh ditemui para wakil Aies, massa dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) DKI Jakarta datang sambil membawa sejumlah atribut.

Setelah mereka pergi, massa selanjutnya datang dari Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) DKI Jakarta. Mereka berorasi sambil mengkritik Anies yang tak berani menaikkan UMP DKI.

"Hari ini kita kemari, kembali ketemu dengan gedung yang mulia ini, yang di situ ada Pak Anies Baswedan. Mana janjinya tempo hari saya katakan gubernur bencong! Saya nyatakan iya! Karena apa? Apa? Apa Kawan? Tidak berani menaikkan UMP DKI," ujar seorang orator di lokasi.

Baca juga: Doyan Pamer Payudara dan Alat Vital, Pakar Ragukan Siskaeee Adalah Pelaku Eksibisionisme

Baca juga: Jozeph Paul Zhang Sebut Persidangan Muhammad Kece Cuma Retorika dan Sudah Disetting

Baca juga: Korban Tewas Terbakar di Tebet Sempat Evakuasi Seluruh Keluarga

"Tiap hari kawan-kawan berantem dengan istrinya, betul? Karena kenaikan upah tak seusai prediksi! Kami menantang Gubernur Pak Anies, jangan hanya menge-prank, tapi buktikan secara inkonstitusional PP 36 tidak berlaku," sambungnya.

Massa buruh pada akhir bulan lalu juga berdemo di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pukul 10.50 WIB, Senin (29/11). Mereka menuntut surat keputusan upah minimum provinsi 2022 dicabut.

Massa buruh meminta Anies mengambil sikap membatalkan penetapan UMP 2022. Buruh berharap Anies tak jadi gubernur penakut.

"Saya mengatakan, Pak Anies Baswedan, jangan menjadi gubernur yang bencong, jangan jadi gubernur yang takut, karena hari ini jelas-jelas itu putusan MK, Gubernur DKI harus berani melawan itu, Gubernur Jabar belum menetapkan upah, kenapa berani-beraninya menetapkan UMP DKI Jakarta," kata perwakilan KSPI Jakarta, Sony Hinasa, di Balai Kota Jakarta, Senin (29/11).

"Kita mengatakan formula ini tidak cocok untuk diterapkan di Jakarta. Formula ini kalau diterapkan di Jakarta tidak sesuai. Kami pun berpandangan ini angka yang terlalu kecil untuk buruh di Jakarta," ujar Anies.

Perwakilan buruh yang berdemo di depan Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (8/12/2021) diperbolehkan masuk ke kantor Gubernur Anies untuk melakukan audiensi.

Pada saat audiensi, sejumlah perwakilan buruh bertemu dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Andri Yansyah; Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Taufan Bakri, dan anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Baca juga: Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Berharap Tak Hanya Striker yang Cetak Gol

Baca juga: Hadian Suryana Kepala UPT PKB Berharap Adanya Penambahan SDM Untuk Layanan Uji KIR di Depok

Baca juga: Litbang Jakmania: Kami Masih Butuh Marco Motta di Persija Sebagai Bek Kanan

"Tadi kami bersama teman-teman Serikat Pekerja, konfederasi, aliansi di DKI Jakarta. Jadi ya kami kecewa karena kami tadi berharap ketemu Gubernur tapi ditemui oleh Pak kadis naker dan dari kesbang. Kemudian ditambah perwakilan dari TGUPP," ucap Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN DKI Jakarta William Yani Wea di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (8/12/21).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved