Minggu, 26 April 2026

Berita Depok

Ribuan Penyintas HIV/AIDS Ada di Kota Depok, Mayoritas Berusia Dewasa Muda

Adapun yang dimaksud dengan warga usia dewasa muda yakni warga kelompok usia antar 19 hingga 40 tahun. 

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Ilustrasi HIV/AIDS 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Pemerintah Kota Depok merilis laporan Statistik Data Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sejak 2013 hingga September 2021.

Dalam laporan tersebut ada 1.224 ODHA yang terdata.

Dari jumlah itu, tercatat 904 diantarannya berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan 340 orang dengan jenis kelamin perempuan. 

Lebih lanjut, selama periode 2013 hingga September 2021, ada 122 ODHA yang meninggal dunia. Dengan rincian 74 laki-laki dan 38 perempuan. 

Sementara itu, dari 11 kecamatan yang ada di Kota Depok, Kecamatan Pancoran Mas menjadi wilayah dengan ODHA terbanyak dengan 227 orang. Disusul Kecamatan Cimanggis dengan 210 orang, dan Kecamatan Sukmajaya di urutan ketiga dengan 194 orang. 

Baca juga: Jelang Hari AIDS Sedunia, UNAIDS Soroti Rendahnya Akses Pengobatan di Indonesia

Masih mengutip laporan yang sama, jumlah penyintas HIV/AIDS di Kota Depok mayoritas dialami oleh warga usia dewasa muda, dengan 728 kasus dan 57 orang meninggal dunia.

Adapun yang dimaksud dengan warga usia dewasa muda yakni warga kelompok usia antar 19 hingga 40 tahun. 

Kemudian, penyintas HIV/AIDS dengan usia di bawah 19 tahun mencapai 50 orang dan 3 orang meninggal dunia. Sementara di usia 40 tahun ke atas, ada 72 penyintas ODHA dan 5 orang meninggal dunia. 

Baca juga: Pemkot Depok Janjikan Layanan Pengobatan Gratis kepada Seluruh Penyintas HIV/AIDS

Menurut Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Agustin Kusumayati, jangka usia tertular sampai munculnya penyakit AIDS memiliki jeda waktu yang panjang. Rata-rata berkisar 8 hingga 10 tahun.

"Jadi begitu tertular kan gak langsung sakit, baru muncul tuh AIDSnya. Jadi kalau dia sakit AIDS di usia 24, berarti tertular ya saat remaja," saat ditemui di Gedung Rektorat UI pada Jumat (5/11/2021).

Di sisi lain, melihat tingginya angka penyintas HIV/AIDS di Kota Depok, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Lizyawati mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan memberikan seluruh layanan pengobatan gratis kepada seluruh warga Depok yang menjadi penyintas HIV/AIDS.

Baca juga: Pemkot Depok Terapkan Tes Swab PCR Bagi Siswa yang Ikut PTM Terbatas Mulai Desember

"Gratis semua, obat-obatan gratis, pemeriksaan juga gratis. Ini merupaksn tanggung jawab pemerintah untuk penanggulangan HIV/AIDS," kata Mary di Kantor Balai Kota Depok pada Rabu (1/12/2021). 

Lebih lanjut, kata Mary, bagi para Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang beresiko tinggi, akan diajak ke Puskesmas untuk melakukan PCR HIV. Apabila hasilnya positif, pihak Pemkot Depok akan melakukan pendampingan.

"Perihal pendampingingan, kami punya LSM yang siap untuk mendampingi. Di sejumlah Puskesmas juga ada layanan konseling pemeriksaan," sambung Mary. 

Sebagai informasi, dalam lingkup yang lebih makro,  laporan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 menunjukkan persentase kasus positif HIV secara nasional mayoritas berada di umur produktif (25-49 tahun) dengan 70,4 persen.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved