LAwan Arah di Tol JORR

Usai Jadi Tersangka, Pengemudi Mercy yang Demensia Tidak Ditahan tetapi Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Sebuah Mobil Mercy viral lantaran melawan arah di Jalan Tol JORR Rorotan arah Cikunir, Jakarta Timur.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota
Kondisi pascakecelakaan mobil Mercy yang lawan arah di Jalan Tol JORR pada Minggu (28/11/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Sebuah Mobil Mercy viral lantaran melawan arah di Jalan Tol JORR Rorotan arah Cikunir, Jakarta Timur.

Akibatnya, dua mobil lain terlibat kecelakaan dari insiden tersebut.

Diketahui belakangan bahwa sopir Mercy itu inisial MSD (66).

Dia diketahui mengidap demensia.

Polisi yang menyelidiki insiden itu pun menetapkan MSD sebagai tersangka.

Baca juga: Satlantas Wil Jakarta Timur Tunggu Kedatangan Pengemudi Mercy yang Nekad Lawan Arus di Tol JORR

Baca juga: Identitas Pengemudi Mercy yang Nekad Lawan Arus di Tol JORR Terkuak, Ternyata Pensiunan PNS

Baca juga: Akibat Pengendara Mercy Diduga Alami Demensia, Tiga Mobil Mengalami Kecelakaan Beruntun di Tol JORR

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan pihaknya sudah melakukan gelar perkara atas peristiwa yang akibatkan kecelakaan beruntun itu.

Gelar perkara dilakukan Senin (29/11/2021).

Hasilnya, pengemudi Mercy yang diketahui alami demensia itu ditetapkan sebagai tersangka. 

Meski ditetapkan sebagai tersangka, polisi tak menahan MSD karena berbagai alasan subjektif.

Namun kendaraan Mercy sudah ditahan kepolisian.

BERITA VIDEO: Mercy Lawan Arah Tabrak Mobilio dan Innova di Cikunir

"Jadi enggak benar, mentang-mentang Mercy terus dilepaskan tidak. Masih kami tahan. Terus orang tersebut sudah jadi tersangka, tetapi memang enggak dilaksanakan penahanan," kata Sambodo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2021).

Sambodo berujar bahwa rencananya hari ini MSD akan diperiksa oleh ahli kejiwaan yang dimiliki kepolisian.

Polisi akan mencocokan pengakuan keluarga MSD yang menyebut kakek berusia 66 tahun itu benar idap demensia atau pikun sehingga lawan arah di jalan tol.

Selain ahli kejiwaan, polisi juga akan libatkan ahli pidana dalam perkara ini.

Nantinya, kepolisian akan meminta pendapat ahli pidana terkait status hukum MSD apabila benar mengidap demensia.

"Apakah dengan hasil pemeriksaan ini bisa gugurkan pidananya atau tidak, kalau enggak gugurkan berdasarkan saran ahli pidana akan kami teruskan ke pengadilan. Semua kami laksanakan berdasarkan aturan yang ada," ujarnya.

Apabila kondisi demensia MSD dapat menggugurkan pidana, maka pihak kepolisian akan gugurkan status tersangka sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Saat ini, MSD dikenakan Pasal 310 ayat 1 UULAJ tentang kelalaian mengendara yang akibatkan kerugian materi.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved