Selasa, 7 April 2026

Bentrok Ormas

Pasukan TNI Kala Hitam Diterjunkan ke Karawang Cegah Bentrok Susulan Ormas

Aparat keamanan di Karawag tak mau ambil resiko. Mereka menurunkan pasukan TNI Kala Hitam untuk meredam bentrok ormas lanjutan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Muh Azzam
Pasukan TNI Kala Hitam saat mengikuti Apel Gabungan unsur Polri, TNI, Satpol PP dan Dishub di Lapangan Karangpawitan, Karawang, pada Kamis (25/11/21). 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Pasukan TNI Kala Hitam diterjunkan untuk mengantisipasi aksi balas dendam buntut dari bentrok antar Ormas di wilayah Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (25/11/2021).

Sedikitnya 700 personil dari Brimob, Sabhara Polda dan TNI dari Kodim 0604 Karawang dan Batalion Kala Hitam dikerahkan untuk menambah pengamanan akibat bentrok antar LSM.

Komandan Korem 063/ Sunan Gunung Jati Cirebon, Kolonel Inf Elkines menegaskan TNI membantu Polres Karawang dalam melakukan pengamanan di wilayah Karawang dari kelompok premanisme.

Baca juga: Tagih Janji Gubernur Anies, Ribuan Buruh Kepung Balai Kota DKI di Jakarta Pusat

Dia meminta anak buahnya agar tidak ragu dalam melakukan tindakan tegas terhadap aksi premanisme.

"Pokoknya kalau melihat ada yang membawa senjata tajam tangkap. Kasih tahu kepada mereka kita bukan kaleng-kaleng," kata Alkines usai memimpin Apel Gabungan unsur Polri, TNI, Satpol PP dan Dishub di Lapangan Karangpawitan, Karawang, pada Kamis (25/11/21).

Alkines, menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono karena sudah menangkap 7 orang pelaku pengeroyokan bentrok LSM yang terjadi kemarin.

Tindakan cepat itu harus segera dilakukan guna mencegah hal tak diinginkan terjadi.

Baca juga: Bamsoet Ingin KPK Bikin kepastian Hukum Agar Pejabat Ngeri Minta Susu Tante kepada Para Pengusaha

"TNI akan membantu kepolisian untuk menangkap pelaku kerusuhan. Kita tidak akan ragu menindak pelaku kerusuhan. Jika mereka melawan tangkap," jelas dia.

Alkines mengatakan tidak akan membiarkan aksi peremanisme tumbuh subur diwilayahnya. Tidak ada ruang bagi premanisme termasuk di Karawang.

"Jangan sampai mereka sewenang-wenang sampai berani menutup jalan untuk menyampaikan keinginan. Apalagi ada yang bawa-bawa senjata, ini terlalu dan tidak boleh dibiarkan," katanya.

Polres Karawang menangkap tujuh orang yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap tiga orang anggota ormas GMBI hingga satu orang meningga dunia.

Baca juga: Andi Ghani Menangis karena tak Menyangka Mahkamah Konstitusi Menolak Omnibuslaw

"Kami sudah mengamankan 7 orang yang diduga terlibat dalam bentrok kemarin. Beberapa orang masih kami kejar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, pada Kamis (25/11/21).

Menurut Aldi, pihaknya masih memburu para pelaku yang diperkirakan mencapai puluhan orang.

Dikatakan Aldi, akan menangani premanisme dan anarkis secara tegas. Siapapun yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Negara harus hadir dan tidak boleh kalah oleh premanisme dan anarkisme. Siapapun itu akan kita hadapi jika mereka melanggar hukum," katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved