Breaking News:

Soal Formula E, Anies Tak Dapat Bayangkan Dewan Ajukan Interpelasi Program Yang Disetujui

Anies juga tidak dapat membayangkan dewan justru mengajukan hak interpelasi atas program yang disetujuinya sendiri.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Herudin
Anies Baswedan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, pelaksanaan Formula E telah disepakati bersama dengan DPRD DKI Jakarta dan tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Perubahan 2021 dan APBD 2020.

Anies mengingatkan kepada partai pengusung interpelasi Formula E, bahwa dia ingin menunaikan amanah konstitusi.

“Ini adalah program dari Pemprov DKI Jakarta, ada Perdanya dan masuk dalam anggaran. Kami ini punya kewajiban melaksanakan Perda, dan kalau sebuah program itu sudah ada dalam APBD, kami atas perintah konstitusi harus melaksanakan. Jadi, di mana letak masalahnya,” kata Anies yang dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier pada Rabu (24/11/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini lalu merasa aneh ketika dia justru bakal diminta klarifikasi lewat hak interpelasi DPRD DKI Jakarta.

Namun dari 106 anggota dewan, hanya 33 orang dari Fraksi PDI Perjuangan dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang setuju.

Sementara 73 anggota dewan lagi dari tujuh fraksi menolak memakai hak interpelasi. Karena itu, hak interpelasi Formula E kini mandek karena jumlah dewan yang hadir dalam rapat interpelasi tidak kunjung kuorum dengan menimal 50 persen+1 orang atau 54 orang.

“Ini sudah menjadi kesepakatan DPRD, yang ketok (setujui) DPRD. Karena itu, ketika kemudian ada interpelasi ini menjadi aneh,” ujarnya.

Baca juga: Wagub Ariza Optimis Jokowi Dukung Penuh Formula E

Anies juga tidak dapat membayangkan dewan justru mengajukan hak interpelasi atas program yang disetujuinya sendiri.

Padahal rencana Formula E tidak dibahas secara singkat, namun dikaji secara mendalam melalui rapat-rapat antara eksekutif dengan legislatif.

“Itu disetujui bersama, kemudian ditetapkan anggarannya. Jadi kenapa uangnya bisa keluar? Karena itu sudah dimasukkan di pos anggaran di APBD tahun 2019,” imbuhnya.

“Harusnya (Formula E) dilaksanakan tahun 2020, kenapa tidak terlaksana? Karena ada Covid-19. Simpel. Kemudian kenapa sekarang ditunda? Jadi 2021 masih Covid-19, karena itu dilaksanakan tahun depan (2022),” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Anies mengakui perhelatan Formula E memang usulannya kepada DPRD DKI Jakarta. Namun ketika usulan tersebut disetujui maka statusnya berubah menjadi kesepakatan.

“Jadi dia (kesepakatan) mengikat pada semua, sebelumnya pasti diusulkan, jadi ada yang diusulkan eksekutif dan legislatif lalu dibahas sama-sama,” ucapnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved