Tips Kesehatan

PODCAST UI: Pencegahan Osteoporosis Harus Dilakukan Sejak Usia Remaja

PODCAST UI: Pencegahan Osteoporosis Harus Dilakukan Sejak Usia Remaja. Berikut Selengkapnya

Penulis: resign | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Agustin Kusumayati saat ditemui di Gedung Rektorat UI pada Jumat (5/11/2021). 

WARTAKOTIVE.COM, DEPOK - Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Agustin Kusumayati, menjelaskan bahwa upaya pencegahan osteoporosis harus sudah dilakukan sejak usia remaja.

Lebih lanjut, ujar Agustin, upaya pencegahan penyakit tulang keropos saat usia lansia merupakan usaha yang tak akan berdampak signifikan. 

Adapun osteoporosia merupakan kondisi tulang menjadi rapuh dan mudah retak atau patah.

Penyakit ini ditandai dengan menurunnya kekuatan tulang dan meningkatkan kerapuhan tulang, sehingga menyebabkan tulang mudah patah.

Agustin menilai, tubuh seorang lansia akan sulit menyerap kalsium yang ada di dalam tubuh. Sering kali hal ini akan lebih cepat terjadi pada pria maupun wanita yang sudah memasuki masa menopause.

Wanita yang juga menjabat sebagai Sekretaris UI ini menambahkan, osteoporosis akan cepat menyerang tubuh seseorang yang minim cadangan kalsium. 

"Nah sekarang bagaimana caranya? Cadangan kalsium harus banyak, bagaimana menyimpan cadangan kalsium? Mulai dari remaja," kata Agustin saat ditemui di Gedung Rektorat UI pada Jumat (5/11/2021).

Baca juga: Jangan Mager,  Agar tetap kuat bergerak bebas di usia lanjut dan Kurangi Risiko Osteoporosis

Baca juga: Bukan Hanya Bertambahnya Usia, Asap Rokok juga Dapat Memperburuk Kondisi Osteoporosis

Pada tahun 2020, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis laporan bertajuk Situasi Osteoporosis di Indonesia. Laporan itu memaparkan, osteoporosis umumnya terjadi pada usia 50-an, dimana terjadi penurunan hormon esterogen pada wanita menopause yang memicu terjadinya pengeroposan tulang. Hal tersebut membuat tulang perempuan lebih cepat keropos daripada pria.

Tahun 2050, penduduk Indonesia diperkirakan akan bertambah 20 persen dari empat dekade sebelumnya. 251 juta pada tahun 2013 menjadi 300 juta pada tahun 2050.

Di tahun tersebut, diperkirakan penduduk Indonesia kelompok usia 50-70 tahun akan tumbuh 135 persen menjadi 113 juta. Pria dan wanita usia lebih dari 50 tahun akan menjadi 1/3 dari total penduduk Indonesia. Mereka akan menjadi penduduk yang paling berisiko terjangkit osteoporosis.

Baca juga: Manfaat Susu Kacang Almond Bagi Tubuh, Mencegah Osteoporosis,Diabetes Hingga Risiko Penyakit Jantung

Baca juga: 4 Gejala Osteoporosis Ini Perlu Diwaspadai, Perempuan Lebih Berisiko Ketimbang Pria

Salah satu upaya untuk mencegah osteoporosis yakni rajin melakukan pola hidup sehat sejak remaja.

Di antaranya mengonsumsi makanan kaya kalsium seperti tempe, tahu, brokoli, dan teri. Kemudian rajin olah raga dan cukupi kebutuhan paparan sinar matahari (vitamin D). Adapun area yang dijemur Adalah kedua lengan dan tungkai.

"Cadangan kalsium itu disimpan dari remaja. Konsumsi makanan yang bagus, olah raga, kena sinar matahari, itu yang memperbanyak cadangan kalsium," jelas Agustin.

Masih menurut Agustin, pencegahan osteoporosis yang baru dilakukan saat usia lansia tidak akan memberikan dampak yang signifikan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved