lifestyle
Jangan Mager, Agar tetap kuat bergerak bebas di usia lanjut dan Kurangi Risiko Osteoporosis
Masa pandemi yang mengharuskan banyak di rumah saja menambah panjang alasan untuk mager alias malas bergerak.
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Masa pandemi yang mengharuskan banyak di rumah saja menambah panjang alasan untuk mager alias malas bergerak.
Pusat kebugaran ditutup, aktivitas fisik tidak boleh bersama-sama.
Padahal aktivitas lari, bersepeda, akan lebih semangat bila dilakukan bersama-sama.
Untungnya larangan itu sedikit demi sedikit dilonggarkan seiring menurunnya kasus positif Covid-19.
Sehingga masyarakat dapat beraktivitas fisik kembali.
Baca juga: Bukan Hanya Bertambahnya Usia, Asap Rokok juga Dapat Memperburuk Kondisi Osteoporosis
Baca juga: 4 Gejala Osteoporosis Ini Perlu Diwaspadai, Perempuan Lebih Berisiko Ketimbang Pria
Alasan untuk mager pun berkurang.
Kembali aktif berolahraga harus dilakukan secara rutin demi kesehatan tulang dan kesehatan secara umum.
Dr. Lily Banonah Rivai, M.Epid, Koordinator Penyakit DM & GM, Kementerian Kesehatan RI mengatakan menjaga kesehatan tulang membutuhkan perjalanan panjang yang perlu dilakukan sejak dini, agar tetap kuat bergerak bebas di usia lanjut dan mengurangi risiko osteoporosis.
Menurut International Osteoporosis Foundation (IOF) 2020, osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kekuatan tulang, sehingga tulang mudah patah.
Data dari Infodatin Osteoporosis 2020 menyebutkan bahwa 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis.
Baca juga: Persamaan Osteoporosis dengan Tembok Keropos
Baca juga: Separuh Wanita Tua Indonesia Menderita Osteoporosis
Risiko osteoporosis bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang dicapai di masa muda.
Di usia muda, tubuh akan membuat tulang baru lebih cepat dan massa tulang meningkat.
Setelah awal usia 20-an, proses ini melambat, dan kebanyakan orang mencapai puncak massa tulang pada usia 30 tahun.
Setelah usia ke-35, kepadatan tulang akan terus berkurang 0,3% - 0,5% per tahun.
dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR, Ketua Umum Perosi mengatakan, rutin latihan fisik dengan intensitas sedang sampai berat selama 30 – 60 menit dalam 3 – 5 kali dalam seminggu, akan mengurangi risiko osteoporosis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/para-pengunjung-menyewa-sepeda-untuk-berolahraga-di-kawasan-rekreasi-taman-impian-jaya-ancol.jpg)