Senin, 27 April 2026

Tangkal Mitos dan Hoax Soal Penyakit Jantung, PERKI Banten Rilis Website dan Buku 

Penyakit jantung kerap dihubungkan dengan kematian mendadak. Padahal, sinyal atau tanda dari tubuh akan adanya serangan jantung sudah ada

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: LilisSetyaningsih

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penyakit jantung kerap dihubungkan dengan kematian mendadak. 

Padahal, sinyal atau tanda dari tubuh akan adanya serangan jantung sudah ada. Hanya saja terabaikan. 

Bahkan tidak sedikit masyarakat yang percaya mitos dan hoax seputar penyakit jantung

Guna membagi informasi yang benar dan tepat tentang penyakit jantung, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Provinsi Banten, meluncurkan website dengan nama banten.perki.id dan juga buku serial seputar penyakit jantung.

Baca juga: Cegah Penyakit Jantung Sejak Dini dengan Cara Kurangi Faktor Risikonya, Salah Satunya Gorengan

Baca juga: Gigi dan Mulut tak Terawat Bukan Hanya Bikin Sakit Gigi, Risiko Penyakit Jantung 3 Kali Lebih Tinggi

Buku serial yang dirilis ada dua judul, yakni "Gagal Jantung bagi Tenaga Kesehatan" dan "70 Mitos dan Fakta Penyakit Jantung".

Peluncuran website dan buku tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan "The 20th Annual Progress in Cardiovascular Disease (APICD) 2021", yang berlangsung secara hybrid (offline/online), pada tanggal 6-7 dan 13-14 November 2021dari bilangan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Kegiatan ilmiah tahunan yang dihelat PERKI Banten ini, berkolaborasi dengan  Alomedika dan Pengelolaan Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).

Menurut dr Roy Christian, SPJP(K), Ketua PERKI Bantan, saat ini kalangan dokter spesialis jantung sudah banyak yang memanfaatkan ruang-ruang digital termasuk platform teknologi kesehatan. 

Baca juga: Orang muda bisa terkena penyakit jantung, Ini Alasannya

Baca juga: Lawan Penyakit Jantung Aritmia dengan Perbaiki Gaya Hidup

"Maka dari dari itu, kami merilis website baru (banten.perki.id) bersama PANDI supaya makin dikenal oleh publik sekaligus membagi informasi yang benar dan tepat tentang penyakit jantung," kata dokter Roy.

Ia mengatakan, kolaborasi dengan banyak pihak termasuk pemanfaatan ruang digital seperti website ini, dilakukan sebagai salah satu upaya edukasi kepada masyarakat tentang penyakit jantung, sekaligus upaya peningkatkan skill perawat dan tenaga kesehatan seperti dokter umum supaya bisa mengenali dengan cepat penyakit jatung.

"Apalagi sekarang banyak kasus penyakit jantung di kalangan usia muda sekitar 20 tahun, yang jarang terjadi sebelumnya," kata dokter Roy.

Lewat website anyar ini, lanjut dia, pihaknya akan banyak membagikan informasi dan fakta-fakta mengenai penyakit jantung. 

Baca juga: Berkat JKN-KIS, Dahlan Menyebut Biaya Pengobatan Penyakit Jantung Istrinya Jadi Lebih Terjangkau

Selain itu, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan komunitas-komunitas kesehatan untuk memberikan informasi dan pelatihan soal standar bantuan hidup dasar di masyarakat. 

Misalnya bagaimana ketersediaan dan pemanfaatan alat pacu jantung di rumah-rumah.

"Website kami juga akan menginformasikan mitos dan fakta penyakit jantung sehingga masyarakat tidak salah kaprah," ujar dokter Roy.

Dr. Eko Saputra MBiomed SpJP menambahkan, penyakit jantung saat ini masih menjadi penyebab tertinggi angka kematian di dunia bahkan di Indonesia. 

Baca juga: Bukan karena Covid-19, Kadis Parekraf DKI Jakarta Meninggal Akibat Penyakit Jantung

"Hal ini menyebabkan penyakit jantung menjadi momok di masyarakat sehingga saat mendengar penyakit jantung maka bayangan pertama yang terlintas adalah kematian," ucapnya.

Selain itu, hoax dan mitos pun berkembang pesat di masyarakat yang membuat orang semakin takut mendengar penyakit jantung ini.

Oleh sebab itu, APICD berusaha untuk menyediakan sarana bagi para ahli jantung untuk menangkal atau mengklarifikasi informasi hoax atau mitos tersebut.

Sebanyak 70 dokter dokter spesialis Jantung yang tergabung dalam organisasi PERKI Banten menulis dan menyusun sebuah buku yang berjudul 70 Mitos atau Fakta seputar Penyakit Jantung yang ditujukan bagi masyarakat awam.

Baca juga: Jangan Salah Pilih Camilan, 15-25 Persen Penyakit Anak-anak disebabkan Camilan yang Kurang Tepat

Dan ada 70 materi yang dikupas secara tuntas di antaranya, apakah  durian dapat menaikkan tekanan darah, ketumbar dapat menurunkan kolesterol, minum obat jantung menyebabkan kerusakan ginjal dan lainnya.

Materi buku ini juga bisa dibaca di website banten.perki.id.

"Dengan adanya website dan buku buku ini, diharapkan mampu mencerdaskan masyarakat Indonesia untuk menangkal mitos dan hoax  tersebut," kata dokter Eko yang juga sebagai Ketua APICD 2021. (ign).

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved