Breaking News:

Advertorial

Berkat JKN-KIS, Dahlan Menyebut Biaya Pengobatan Penyakit Jantung Istrinya Jadi Lebih Terjangkau

Dahlan mengaku tetap berkomitmen untuk menjalankan kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS untuk tetap rutin membayarkan iurannya.

jamkesnews.com
Dahlan (51), warga Tarikolot Kecamatan Citeureup, merasakan manfaat menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG — Menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan suatu keberuntungan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, mereka yang terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, akan sangat merasa terbantu jika dirinya membutuhkan pelayanan di fasilitas kesehatan.

Bukan hanya itu, mereka juga sudah tidak dipusingkan dengan biaya yang harus dibayarkan, karena seluruh biaya pengobatan spenuhnya sudah ditanggung oleh Program JKN-KIS.

Begitu juga yang dirasaka oleh Dahlan (51). Pria yang bekerja sebagai wiraswasta ini mengaku sangat bersyukur karena telah menjadi peserta JKN-KIS.

Ia mengaku pernah merasakan manfaat yang diberikan oleh Program JKN-KIS saat istrinya mendapatkan pelayanan kesehatan atas penyakit jantung yang dideritanya.

“Istri saya sudah 1 tahun terkena penyakit jantung dan butuh dilakukan pengecekan rutin. Biaya yang dikeluarkan dari pengecekan tersebut sangat besar, baik biaya obat maupun pengecekan hampir sekitar Rp. 2.000.000. Dokter yang menangani istri saya, berkata kepada saya untuk mendaftarkan diri menjadi Program JKN-KIS agar biaya yang dikeluarkan terjangkau,” ujar Dahlan beberapa waktu lalu.

Setelah di sarankan oleh dokter yang menangani istrinya, pria yang bertempat tinggal di Tarikolot Kecamatan Citeureup itu langsung mendaftar menjadi peserta Program JKN-KIS di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Cibinong. Hal tersebut ia lakukan agar dirinya terbantu dalam proses penyembuhan yang dijalani oleh sang istri.

“Saya sangat berterima kasih dengan adanya Program JKN-KIS ini. Tanpa adanya Program JKN-KIS, mungkin saya sudah habis puluhan juta dan mungkin tidak bisa berobat lagi, kemudian istri saya juga disarankan untuk pasang ring tetapi istri saya tidak ingin karena istri saya takut memasang sesuatu didalam tubuhnya. Akhirnya kami memutuskan untuk rawat jalan saja yang dilakukan setiap bulannya rutin,” ujar Dahlan.

Dahlan merasa beruntung menjadi peserta Program JKN-KIS ini, terutama mengenai masalah biaya pengobatan istrinya. Kemudian, Dahlan mengaku tetap berkomitmen untuk menjalankan kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS untuk tetap rutin membayarkan iurannya.

Menurutnya, ia sudah merasa sangat dibantu oleh Program JKN-KIS lewat iuran yang dibayarkan oleh peserta JKN-KIS lainnya, sehingga, ia juga akan melakukan hal yang sama untuk membantu peserta JKN-KIS yang sakit dengan rutin membayar iuran. (*)

Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved