Lifestyle
Kasur dengan Pelindung Antivirus agar Tidur Lebih Nyaman
Pandemi membuat masyarakat semakin menyadari banyak virus, bakteri di sekitar kita.
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
Sebaliknya bila tidak menggunakan matras apalagi juga tidak pakai seprai, sehingga kena cairan seperti dari anak yang mengompol, debu akan membuat usia ranjang jadi pendek.
Baca juga: Tessy Ungkap Kebiasaan Mengompol Nunung Srimulat Sudah dari Dulu
Hal ini karena cairan tersebut akan merusak kain sehingga fitur antivirus dan anti bakteri berkurang kemampuannya. Cairan juga merusak per di kasur.
Apalagi cairan dari air seni (ngompol) mengandung garam yang mempercepat per menjadi berkarat.
Jeffri juga menceritakan tentang kelebihan lain, diantaranya per yang dibungkus satu persatu.
Hal ini membuat tidak ada bunyi atau gerakan yang membuat kasur berubah.
Baca juga: Tidur Cukup Meningkatkan Imunitas Tubuh saat Puasa Bulan Suci Ramadan
Bagian samping ada lapisan busa keras yang mengelilingi 360 derajat untuk memaksimalkan luas kasur. Artinya mau tidur di sudut kasur mana pun, mau pinggir, tengah,atas bawah, tetap sama. Memberikan support maksimal dan kekokohan ranjang.
Ada gel yang membuat kasur dapat mengikuti lekuk tubuh manusia dan membuat kasur lebih dingin. Sehingga tidur lebih nyaman.
Dengan beragam fitur tersebut, ditawarkan harga mulai dari Rp 2 juta - 10 juta.
Penghargaan
Tidur yang cukup memiliki banyak manfaat.
Tidak hanya kesehatan fisik tapi juga mental.
Tidur yang cukup akan mempengaruhi produktivitas, kestabilan emosi, imunitas tubuh, vitalitas, dan kreativitas.
Bayangkan jika tidur kurang dan siangnya mengantuk membuat lesu, tidak dapat berpikir maksimal, bahkan bisa membahayakan ketika sedang menyetir.
Banyak faktor yang membuat durasi tidur bisa cukup.
Salah satunya pemilihan kasur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tidur-cantik11609.jpg)