Lifestyle
Takut Terkena Kanker Payudara? Jangan Malas Lakukan Skrining dan Deteksi Dini Secara Rutin
Divonis menderita kanker bukanlah hal yang biasa, langsung membayangkan pengobatan yang mahal dan lama, dan juga kesakitan termasuk hilangnya nyawa
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sekuat apapun, divonis menderita kanker bukanlah hal yang biasa.
Bayang-bayang pengobatan yang mahal dan lama, juga kesakitan termasuk hilangnya nyawa langsung menyergap.
Tidak hanya pasien tapi juga keluarganya.
Apalagi data menyebutkan, penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian yang tinggi di dunia dan di Indonesia.
Termasuk kanker payudara dan kanker serviks yang menjadi kanker yang paling banyak mengenai perempuan.
Baca juga: Makna Warna Pink dan Bulan Oktober bagi Pejuang dan Penyintas Kanker Payudara
Baca juga: Biopsi Bukan Penyebab Terjadinya Kanker Payudara, ini Penjelasan Ahli Mengapa ada Anggapan itu
Berdasarkan Globocan 2020, kejadian baru kanker payudara di dunia meningkat menjadi 19,2 juta dengan tingkat kematian sebanyak 9,9 juta.
Sementara kasus kanker payudara di seluruh dunia menempati urutan pertama kejadian kanker dengan sekitar 2,3 juta kasus baru dan 680 ribu kematian.
Di kawasan Asia Tenggara, terdapat 159 ribu kasus baru kanker payudara dengan tingkat kematian sebanyak hampir 59 ribu jiwa.
Sementara di Indonesia sendiri, tingkat kasus baru kanker payudara mendekati 68 ribu dengan tingkat kematian lebih dari 22 ribu jiwa karena 70 persen datang dalam keadaan stadium lanjut.
Ketua yasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar mengatakan, kejadian ini bisa terjadi karena berbagai hal, diantaranya keterlambatan berobat dari sisi pasien,. keterlambatan dari penyedia layanan misalnya dari sisi tenaga medis, sarana dan prasarana.
"Dengan mengenali apa dan bagaimana kanker payudara serta terapi apa saja yang harus dijalani akan memudahkan pasien dan keluarganya dalam menghadapi penyakit yang mayoritas menimpa kaum perempuan," ujar Linda dalam virtual talkshow Skrining dan Deteksi Dini 'Kenali dan Hadapi Kanker Payudara', belum lama ini.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan BKOW Provinsi Sumatera Barat, BKOW Provinsi Lampung, Rumah Sakit Kanker Dharmais, PERABOI dan Instalasi Deteksi Dini Kanker dan Promosi Kesehatan RS Kanker Dharmais.
Dr. Bob Andinata, Sp.B(K)Onk dalam paparannya menjelaskan bahwa payudara merupakan organ berupa kelenjar yang terdapat pada dada, terdiri atas kelenjar dan saluran susu, lemak, saraf, pembuluh darah serta jaringan penunjang lainnya.
Kanker dibedakan dengan tumor.
Baca juga: Deteksi Kanker Payudara dengan Sadari dilakukan Rutin Tiap Selesai Haid, kapan yang Menopause?
Baca juga: Edukasi Deteksi Kanker Payudara di Kemasan Charm Kerjasama dengan YKPI, Ingatkan untuk Sadari
Secara umum, tumor adalah benjolan yang dapat disebabkan oleh peradangan, metabolik atau neoplasma (pertumbuhan sel-sel baru).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-kanker-payudara.jpg)