Lifestyle
Makna Warna Pink dan Bulan Oktober bagi Pejuang dan Penyintas Kanker Payudara
Kanker payudara di dunia merupakan jenis kanker kedua setelah kanker paru dengan jumlah kasus baru sebesar 2.089 juta kasus.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bagi komunitas pejuang dan penyintas kanker payudara, warna pink dan bulan Oktober memiliki arti besar.
Sejak tahun 1992 bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan kesadaran kanker payudara.
Kanker payudara di dunia merupakan jenis kanker kedua setelah kanker paru dengan jumlah kasus baru sebesar 2.089 juta kasus dan kasus kematian nomor lima tertinggi, sebesar 627.000.
"Namun kemudian, bulan Oktober bukan berarti dimaknai dengan kesedihan melainkan sebagai sebuah momentum selebrasi bagi para pejuang dan penyintas kanker payudara akan semangat mereka untuk bertahan dan tetap bersemangat menghadapi masa pengobatan dan pemulihan," papar Samantha Barbara, Chairwoman Lovepink, Kamis (28/10/2021).
"Oktober menjadi masa yang dimanfaatkan banyak komunitas kanker payudara untuk berbicara kepada masyarakat luas mengenai pentingnya memahami kanker payudara dan cara mendeteksinya secara dini," imbuhnya.
Baca juga: Biopsi Bukan Penyebab Terjadinya Kanker Payudara, ini Penjelasan Ahli Mengapa ada Anggapan itu
Baca juga: Edukasi Deteksi Kanker Payudara di Kemasan Charm Kerjasama dengan YKPI, Ingatkan untuk Sadari
Lovepink, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada kegiatan sosialisasi deteksi dini dan pendampingan bagi sesama perempuan dengan kanker payudara, menjadi salah satu wadah komunitas pejuang dan penyintas kanker payudara.
Sejak tahun 2011, Lovepink mengampanyekan deteksi dini kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan mandiri setiap bulan, pemeriksaan klinis secara reguler, dan mammogram, sebagai cara yang sangat ampuh untuk mengetahui dan mengobati kanker sejak stadium awal.
Tiap tahunnya di bulan Oktober, Lovepink menyelenggarakan Indonesia Goes Pink (IGP), sebuah rangkaian kegiatan yang digunakan untuk mengajak masyarakat luas untuk lebih mawas diri terhadap kanker payudara.
Pada Oktober 2021 ini, IGP kembali hadir secara virtual dengan berbagai kegiatan, yaitu Pink Virtual Fun Walk, Run & Ride (3 Oktober), Pink Webinar Series dengan menghadirkan narasumber dokter dan praktisi ahli (15-16 Oktober), dan sebagai acara puncak adalah gathering pejuang dan penyintas kanker payudara Pink Virtual Celebration (31 Oktober).
Seluruh rangkaian kegiatan IGP 2021 mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Astra Agro Lestari Tbk.
“Pada Indonesia Goes Pink 2021 ini, Lovepink hadir dengan tema “Do It, Don’t Quit” dengan landasan pemikiran breast cancer awareness campaign jangan sampai berhenti karena pandemi," tutur Samantha.
"Kami berharap supaya kita semua terus saling mengingatkan agar tetap memerhatikan kesehatan payudara, dengan tidak melupakan SADARI dan deteksi dini," katanya.
Seluruh acara disusun dengan tujuan menumbuhkan kesadaran sambil menciptakan kegembiraan, membekali diri dengan pengetahuan, serta mensyukuri perjalanan hidup dan kehidupan.
Baca juga: Deteksi Kanker Payudara dengan Sadari dilakukan Rutin Tiap Selesai Haid, kapan yang Menopause?
"Kami juga melihat urgensi untuk memberikan akses kepada perempuan pra-sejahtera untuk melakukan deteksi klinis melalui Gerakan 1.000 USG Payudara Gratis,” ujar Samantha.
Ia menjelaskan, pemeriksaan USG payudara gratis untuk 1.000 perempuan pra-sejahtera ini sejalan dengan perkiraan Badan Kesehaan Dunia yang memperingatkan bahwa secara umum kasus kanker berpeluang naik sebesar 81 persen di negara miskin dan menengah pada 2040.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kegiatan-lovepink.jpg)