Lifestyle
Takut Terkena Kanker Payudara? Jangan Malas Lakukan Skrining dan Deteksi Dini Secara Rutin
Divonis menderita kanker bukanlah hal yang biasa, langsung membayangkan pengobatan yang mahal dan lama, dan juga kesakitan termasuk hilangnya nyawa
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
Tumor dapat bersifat jinak maupun ganas.
Tumor ganas inilah yang disebut sbagai kanker.
Penyebab dari kanker payudara belum diketahui secara pasti.
Namun, beberapa literatur menyebutkan ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan angka kejadian kanker payudara.
Kunci keberhasilan program pengendalian kanker payudara adalah skrining yang diikuti dengan pengobatan yang optimal.
Berdasarkan laporan WHO tahun 2004 bahwa lebih dari 50 persen perempuan yang terdiagnosa kanker tidak pernah melakukan skrining.
Skrining merupakan upaya untuk menemukan suatu kondisi penyakit pada individu sehat tanpa gejala menggunakan pemeriksaan yang dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
Sedangkan deteksi dini adalah suatu upaya menemukan penyakit sedini mungkin pada individu dengan gejala sehingga tingkat keberhasilan terapi lebih optimal.
Baca juga: Linda Agum Gumelar Ajak Penyintas Kanker Payudara Jangan Tunda Vaksinasi Covid-19
Selanjutnya dr. Bob menjelaskan tentang beberapa cara diagnosis kanker payudara:
- Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari)
- Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis) oleh Dokter
- Pemeriksaan Radiologi [Mammografi dan/atau USG]
- Biopsi tanpa pembedahan [Fine Needle Aspiration Biopsy atau Core Biopsy]
“Dengan skrining dan deteksi dini kanker payudara dapat disembuhkan," tegasnya.
Baca juga: Akibat Pandemi Covid-19, Program Penurunan Kematian Akibat Kanker Payudara Melambat
"Pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara karena semakin dini kanker payudara terdeteksi, makin banyak pilihan terapi, makin tinggi angka kesembuhan, makin rendah total biayanya," imbuhnya.
Diharapkan dengan mengetahui dan melakukan secara rutin skrining dalam bentuk Sadari dan Sadanis akan membantu untuk mencegah terjadinya kanker payudara stadium lanjut.
Ketua Umum BKOW Provinsi Sumatera Barat, dr. Fitria Amalia Audy, Sp.KK, M.Kes, mengatakan,
untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian kanker payudara di Sumatera Barat perlu adanya upaya massif yang dilakukan oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat dan organisasi masyarakat.
"Hampir 30 persen sampai 50 persen kanker dapat dicegah dengan hidup Cerdik," katanya.
Cerdik merupakan singkatan dari cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres. (Lis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-kanker-payudara.jpg)