Senin, 8 Juni 2026

Lifestyle

Takut Terkena Kanker Payudara? Jangan Malas Lakukan Skrining dan Deteksi Dini Secara Rutin

Divonis menderita kanker bukanlah hal yang biasa, langsung membayangkan pengobatan yang mahal dan lama, dan juga kesakitan termasuk hilangnya nyawa

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
istimewa
Dengan skrining dan deteksi dini, kanker payudara dapat disembuhkan 

Tumor dapat bersifat jinak maupun ganas.

Tumor ganas inilah yang disebut sbagai kanker.

Penyebab dari kanker payudara belum diketahui secara pasti. 

Namun, beberapa literatur menyebutkan  ada beberapa faktor risiko  yang dapat meningkatkan angka kejadian kanker payudara.  

Linda Agum Gumelar Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI)
Linda Agum Gumelar Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) (Dok. Pribadi)

Kunci keberhasilan program pengendalian kanker payudara adalah skrining  yang diikuti dengan pengobatan yang optimal.

Berdasarkan laporan WHO tahun 2004 bahwa lebih dari 50 persen perempuan yang terdiagnosa kanker tidak pernah melakukan skrining. 

Skrining merupakan upaya untuk menemukan suatu kondisi penyakit pada individu  sehat tanpa gejala menggunakan pemeriksaan yang dapat dilakukan  dengan mudah dan cepat.

Sedangkan deteksi dini   adalah suatu upaya menemukan penyakit sedini mungkin pada individu dengan gejala sehingga tingkat keberhasilan terapi lebih optimal.

Baca juga: Linda Agum Gumelar Ajak Penyintas Kanker Payudara Jangan Tunda Vaksinasi Covid-19

Selanjutnya dr. Bob menjelaskan tentang beberapa cara diagnosis kanker payudara:

- Pemeriksaan  Payudara Sendiri (Sadari)
- Pemeriksaan  Payudara Klinis (Sadanis) oleh  Dokter
- Pemeriksaan Radiologi [Mammografi dan/atau USG]
- Biopsi tanpa pembedahan [Fine Needle Aspiration Biopsy atau Core Biopsy]

 “Dengan skrining dan deteksi dini kanker payudara dapat disembuhkan," tegasnya.

Baca juga: Akibat Pandemi Covid-19, Program Penurunan Kematian Akibat Kanker Payudara Melambat

"Pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara karena semakin dini kanker payudara terdeteksi, makin banyak pilihan terapi, makin tinggi angka kesembuhan, makin rendah total biayanya," imbuhnya.

Diharapkan dengan mengetahui dan melakukan secara rutin skrining dalam bentuk Sadari dan Sadanis akan membantu untuk mencegah  terjadinya kanker payudara stadium lanjut.

Ketua Umum BKOW Provinsi Sumatera Barat, dr. Fitria Amalia Audy, Sp.KK, M.Kes, mengatakan,
untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian  kanker payudara di Sumatera Barat perlu adanya upaya massif yang dilakukan oleh  semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat dan organisasi masyarakat.

"Hampir 30 persen sampai 50 persen kanker dapat dicegah dengan hidup Cerdik," katanya.

Cerdik merupakan singkatan dari cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres. (Lis)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved