Breaking News:

Kemenkes Ungkap Alasan Penumpang Pesawat Wajib Tunjukkan Hasil Tes PCR

Dasar pemerintah menggunakan hasil tes PCR sebagai syarat perjalanan udara adalah karena penumpang pesawat saat ini membludak.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Wartakotalive.com
Antrean panjang penumpang di lokasi Tes PCR, Pemberangkatan Domestik Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (5/7/2021). Sejumlah penumpang meminta penjelasan lebih lanjut akan nasib mereka kepada petugas yang berada di lokasi tes PCR. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan alasan, mengapa penumpang pesawat wajib menunjukkan hasil tes PCR sebagai syarat untuk melakukan perjalanan udara.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengatakan, dasar pemerintah menggunakan hasil tes PCR sebagai syarat perjalanan udara adalah karena penumpang pesawat saat ini membludak.

“Hampir semua maskapai yang beroperasi sekarang ini itu mengoperasionalkan pesawat dengan kapasitas hampir 90 persen,” katanya dalam Konferensi Pers Penetapan Harga Terbaru Swab RT-PCR secara virtual, Rabu (27/10/2021).

Menurut Kadir, banyaknya penumpang yang naik pesawat itu membuat jaga jarak fisik atau physical distancing sukar dihindari dan dilaksanakan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tes PCR Turun Harga Jadi Rp 275 Ribu untuk Jawa-Bali, Rp 300 Ribu di Pulau Lain

Baca juga: Rp 300 Ribu Masih Beratkan Masyarakat, IDI Dorong Pemerintah dan Pengusaha Subsidi Harga Tes PCR

“Oleh karena itu, maka untuk menjamin bahwa yang akan melakukan perjalanan dengan pesawat itu betul-betul bersih dan tidak berpotensi menularkan, maka PCR dijadikan sebagai syarat pemeriksaan utama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kadir mengatakan, agar aturan tersebut dapat berjalan baik dan lancar di lapangan, perlu sinergi bersama.

Tidak hanya pemerintah saja, tetapi juga pihak swasta guna menekan penularan coronavirus disease atau Covid-19.

“Seandainya tanpa PCR dan lolos naik pesawat terbang, semua penumpang di atas pesawat itu termasuk dalam kondisi yang sifatnya probable atau suspek, sehingga semua yang ada di pesawat itu harus dikarantina," tutur Kadir.

Baca juga: Puan Maharani: Tarif Tes PCR Jangan Lebih Mahal dari Harga Tiket Transportasi Publik

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengevaluasi harga tes PCR.

Hal itu sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Jokowi terkait harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved