Breaking News:

Muktamar Nahdlatul Ulama

Dicaci Oknum Banser usai Usulkan HNW jadi Ketum PBNU, Faisal: Baru Punya Jaket Banser Sudah Arogan!

Faisal menyebutkan, sebagai ormas Islam terbesar, tidak seharusnya PBNU bersifat jawasentris dalam hal memilih pemimpin.

Editor: Feryanto Hadi
Kompas.com
Aktivis sekaligus mantan anggota Presidium 212 Faizal Assegaf 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--  Aktivis Faisal Assegaf banyak menerima serangan usai dirinya melemparkan usulan agar Ketua Umum PBNU selanjutnya tidak berasal dari Jawa.

Ia menyatakan, saat ini banyak figur ulama yang tidak hanya berasal dari Jawa dan juga punya potensi untuk memimpin organisasi massa Islam terbesar itu.

"Sudah saatnya Ketum PBNU dari luar Jawa, keluar dari 'tempurung NU' yang membosonkan! Misal figur dari Aceh, Papua, Maluku, Makasar atau NTB. Biar menyegarkan dan bukti bahwa kepemimpinan NU tidak berputar-putar atas klaim anak cucu kiyai dan pendiri NU yang berbasis di Jatim & Jateng," cuitnya di Twitter dikutip pada Jumat (8/10/2021).

Faisal menyebutkan, sebagai ormas Islam terbesar, tidak seharusnya PBNU bersifat jawasentris dalam hal memilih pemimpin.

Baca juga: Gus Baha Masuk Bursa Ketum PBNU, Berpotensi menjadi Persaing Kuat Said Aqil di Muktamar ke-34

Baca juga: PROFIL Hidayat Nurwahid yang Disebut Faisal Assegaf Cocok jadi Ketum PBNU, Dia Muhammadiyah atau NU?

"Kalau Ketum PBNU masih dari basis NU Jatim & Jateng, semakin menegaskan NU sebaga ormas nepotisme berbasis kuantitas & history alias 'tempurung lokal' dengan kemasan nasional. Klaim kebhinekaan & kesetaraan yg diperjuangkan NU cuma omong kosong, hanya andalkan hegemoni bani Gus Dur dll.

Faisal tidak segan-segan menyebut bahwa pimpinan PBNU sebelumnya cenderung bewatak politisi, bukanlah ulama.

"Wajar PBNU dalam dua dekade ini, seolah 'komplotan politisi siluman berkedok ulama'. Mereka disatukan atas klaim history sebagai ormas terbesar, faktanya justru kerdil, berjalan mundur tanpa memberi solusi yang signifikan. Gusdurin & @saidaqiladalah aktor simbolik, daya rusak yg mereduksi NU!," tulisnya.

Baca juga: Tagar #PercumaLaporPolisi Bergema, Brigjen Rusdi Pastikan Semua Laporan Masyarakat Ditindaklanjuti

Ia juga menyinggung soal beberapa nama beken di NU yang disebutnya sebagai politisi

"Gus Dur, Hasyim Muzadi, Aqil Siradj s/d Gus Baha yang kini dijagokan utk mimpin PBNU, mrk bkn ULAMA tapi POLITISI. Itu-itu aja, orgnya! Segelintir orang klaim mereka 'Wali', jelas konyol. Keluar dari tempurung, agar eksistensiu & sumber daya NU tdk merosot, cari ulama yang bkn politisi!"

Lantas, Faisal mengusulkan nama seperti Hidayat Nurwahid layak dipertimbangkan sebagai Ketua Umum PBNU.

Sebab, kata dia, HWN yang kini menjadi petinggi di Partai Keadilan Sejahtera juga seorang ulama NU.

Baca juga: Faldo Diskakmat Ujang Komarudin usai Sebut Sikap Risma adalah Marah-marah yang Terpuji dalam Agama

"Begini, klu mau PBNU lepas dr watak kerdil, idealnya dipimpin seperti tokoh PKS pak @hnurwahid
, toh beliau juga ulama NU. Ya setidknya menyegarkan dan bukti NU punya komitmen ukhuwah dan kebhinekaan," ungkap Faisal.

Atas cuitan itu, Faisal banyak menerima serangan, termasuk dari anggota Banser.

Bahkan, seorang akun menghardik Faisal dengan umpatan kotor.

"Kluar juga aslinya siap monyet gurun ini," tulis akun ChHuda5.

Faisal pun tak tinggal diam dan meminta oknum anggota Banser itu bersikap sopan.

"Jangan berlebihan kau. Habib Lutfi hingga boss kamu @YaqutCQoumas pun ketemu saya bersikap santun. Sekalipun saya kritik mereka dengan sangat-sangat keras, anda baru diberi jaket banser dan gaya kacangan, sok arogan, sono belajar adab lagi sama @yennywahid CS!," ungkapnya

Ikatan Habib dukung Habib Luthfi jadi Rais Aam PBNU

katan Habaib Nahdlatul Ulama (IHNU) mendukung Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya menjadi Rais Aam PBNU.

Hal itu dikatakan Ketua IHNU Habib Salim bin Shalahuddin bin Salim bin Jindan.

Habib Salim mengatakan, Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) rencananya akan digelar pada 23-25 Desember 2021 di Provinsi Lampung.

Salah satu agenda dari forum permusyawaratan tertinggi ini adalah memilih dan menetapkan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), baik syuriyah maupun tanfidziyah.

Baca juga: Hamzan Zoelva VS Yusril di Pusara Demokrat, Adu Gengsi Dua Pendiri PBB yang Akan Bertarung di MA

“Saya menyatakan akan mendukung Habib Luthfi menjadi Rais Aam PBNU pada Muktamar ke-34 NU nanti. Beliau akan menyatukan antara kalangan habaib dengan ulama di lingkungan NU,” kata Habib Salim, Rabu (29/9/2021).

Hal lain yang menjadi alasan utama dalam mendukung Habib Luthfi adalah karena ada pesan Nabi yang harus dilaksanakan.

"Nabi itu berpesan dua hal yaitu kata Nabi, aku tinggalkan dua perkara yang kalau kalian berpegang teguh kepada keduanya, kalian tidak akan tersesat selamanya, yaitu kitabullah dan sunnahku dan keturunan-keturunanku," kata Habib Salim.

"Jadi kalau kita mau mencintai Nabi maka kita harus mencintai para habaib. Ini jugalah yang diajarkan para ulama NU untuk terus mencintai habaib di Indonesia," tambahnya.

Dia lalu mengajak seluruh Nahdliyin dan pengurus PWNU se-Indonesia untuk sama-sama mendukung Habib Luthfi sebagai Rais Aam PBNU. Hal ini agar para ulama NU yang selama ini mengajarkan kecintaan kepada habaib bisa senang dan bahagia.

Baca juga: Pemilu 2024, Ridho Rahmadi: Partai Ummat Siap Berkompetisi Kapanpun Tanggalnya

"Mari kita dukung Habib Luthfi. Insyaallah Mbah Hasyim Asy'ari akan senang jika ada habaib yang menjadi Rais Aam PBNU, karena memang beliau mengajarkan kita untuk selalu cinta kepada habaib sebagai bagian dari kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad," tegasnya.

Meski begitu, ia juga mengingatkan agar gelaran Muktamar ke-34 NU ini berlangsung lancar, damai, dan kondusif. Ia pun menolak jika ada salah satu pihak memiliki kepentingan terhadap calon lain dan melakukan hal-hal yang intimidatif.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved