Muktamar Nahdlatul Ulama

Gus Baha Masuk Bursa Ketum PBNU, Berpotensi menjadi Persaing Kuat Said Aqil di Muktamar ke-34

Mama Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim masuk bursa ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Editor: Feryanto Hadi
Tribun Jatim
Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim masuk bursa ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Sejumlah tokoh mulai dimunculkan jelang digelarnya  Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) rencananya akan digelar pada 23-25 Desember 2021 di Provinsi Lampung.

Bebrapa nama disebut jadi sosok kuat untuk bersaing dalam bursa ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

 Belakangan, mucul nama Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim, yang masuk bursa ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Hal itu terungkap lewat survei Indostrategic.

Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam, menyebut Gus Baha menempati urutan keempat.

Baca juga: Said Aqil Siradj Tak Minta Dukungan Jadi Calon Ketua Umum PBNU, Sebut Jokowi Bapak Infrastruktur

Ulama ahli tafsir Alquran itu menempel ketat kandidat petahana Said Aqil Siradj. 

"KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur) dengan dukungan tertinggi sekitar 24,7 persen, disusul KH Hasan Mutawakkil Alallah 22,2 persen, KH Said Aqil Siradj 14,8 persen yang juga incumbent Ketum PBNU saat ini, lalu KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha 12,4 persen," kata Umam seperti dikutip CNN, Kamis (7/10). 

Survei itu dilakukan pada 23 Maret- 5 April 2021.

Survei melibatkan 1.200 orang responden. Survei ini memiliki ambang batas kesalahan 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: PROFIL Hidayat Nurwahid yang Disebut Faisal Assegaf Cocok jadi Ketum PBNU, Dia Muhammadiyah atau NU?

Umam menyampaikan kemunculan Gus Baha dalam bursa itu menunjukkan keinginan warga NU untuk regenerasi kepemimpinan.

Selain itu, Baha juga dinilai sebagai jawaban atas tradisi intelektual pesantren yang luntur beberapa waktu terakhir.

Dia juga berpendapat kemunculan Baha dalam bursa ketua umum PBNU dipengaruhi dinamika media sosial.

Ia menilai popularitas Baha di medsos mampu menarik simpati sebagian warga Nahdliyyin.

"Media exposure Gus Baha di berbagai channel media sosial belakangan ini juga menambah literasi keilmuan sekaligus popularitas nama Gus Baha di kalangan warga Nahdliyyin secara general, khususnya Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur," tuturnya.

Baca juga: Ridwan Kamil Siap Ramaikan Bursa Capres, Bisa Jadi Kuda Hitam Jika Lawan Anies dan Ganjar

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved