Muktamar Nahdlatul Ulama

PROFIL Hidayat Nurwahid yang Disebut Faisal Assegaf Cocok jadi Ketum PBNU, Dia Muhammadiyah atau NU?

Ayah Hidayat Nurwahid, Muhammad Syukri merupakan pengurus Muhammadiyah, meskipun sebelumnya memiliki latar belakang Nahdhatul Ulama.

Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews.com
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berbincang dengan awak redaksi Tribun Network dalam acara kunjungan Pimpinan MPR RI ke Redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Rabu (18/12/2019). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Usulan aktivis Faisal Assegaf agar Hidayat Nurwahid menjadi calon Ketua Umum PBNU mendapatkan sorotan luas.

Tidak sedikit yang memprotes usulan itu dan menganggapnya sebagai usulan 'yang aneh'.

Faisal sendiri dalam cuitannya menyebut Hidayat Nurwahid sebagai 'orang' Nahdlatul Ulama.

Meski demikian, sejumlah pihak menyebut HNW adalah seorang Muhammadiyah.

Awalnya, Faisal mengkritik pimpinan tertinggi NU selalu dijabat oleh tokoh dari Jawa.

Baca juga: Faldo Sebut dalam Agama Aksi Marah-marah Risma Adalah Hal Terpuji, Bingung saat Ditanya Dalilnya

Adapun peluang tokoh dari luar Jawa, menurut dia seolah tertutup.  

Di sisi lain, dia juga menyoroti figur-figur yang dimajukan sebagai kandidat ketua umum adalah mereka yang dikatakan Faisal sudah terkontaminasi kepentingan politik. 

Baca juga: Dorong Ganjar-Luhut Berpasangan di Pilpres, Ferdinand Jamin Tak Ada Lawan: Pemenang Sudah Diputuskan

"Sudah saatnya Ketum PBNU dari luar Jawa. Misal figur dari Aceh, Papua, Maluku, Makasar atau NTB. Biar menyegarkan dan bukti bahwa kepemimpinan NU tidak berputar-putar atas klaim anak cucu kiyai dan pendiri NU yang berbasis di Jatim & Jateng," cuitnya di Twitter dikutip pada Jumat (8/10/2021).

Faisal menyebutkan, sebagai ormas Islam terbesar, tidak seharusnya PBNU bersifat jawasentris dalam hal memilih pemimpin.

Baca juga: Gus Baha Masuk Bursa Ketum PBNU, Berpotensi menjadi Persaing Kuat Said Aqil di Muktamar ke-34

"Kalau Ketum PBNU masih dari basis NU Jatim & Jateng, semakin menegaskan NU sebaga ormas nepotisme berbasis kuantitas & history alias 'tempurung lokal' dengan kemasan nasional. Klaim kebhinekaan & kesetaraan yg diperjuangkan NU cuma omong kosong, hanya andalkan hegemoni bani Gus Dur dll.

Faisal tidak segan-segan menyebut bahwa pimpinan PBNU sebelumnya cenderung bewatak politisi, bukanlah ulama.

Baca juga: Tagar #PercumaLaporPolisi Bergema, Brigjen Rusdi Pastikan Semua Laporan Masyarakat Ditindaklanjuti

Ia juga menyinggung soal beberapa nama beken di NU yang disebutnya sebagai politisi

Lantas, Faisal mengusulkan nama seperti Hidayat Nurwahid layak dipertimbangkan sebagai Ketua Umum PBNU.

Sebab, kata dia, HWN yang kini menjadi petinggi di Partai Keadilan Sejahtera juga seorang ulama NU.

Baca juga: Faldo Diskakmat Ujang Komarudin usai Sebut Sikap Risma adalah Marah-marah yang Terpuji dalam Agama

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved