Berita Nasional

Tagar #PercumaLaporPolisi Bergema, Brigjen Rusdi Pastikan Semua Laporan Masyarakat Ditindaklanjuti

Masyarakat menyuarakan kepasrahan atas berbagai laporan masyarakat ke pihak kepolisian yang tidak jelas kelanjutannya.

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Hashtag atau tanda pagar (tagar) #PercumaLaporPolisi ramai diangkat warganet di Twitter.

Tagar itu sejatinya bertalian dengan berita kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang penyelidikannya dihentikan polisi.

Namun, dalam berbagai cuitan, sebagian menyuarakan pesimisme atas berbagai laporan masyarakat ke pihak kepolisian yang tidak jelas kelanjutannya.

Baca juga: Terus Dihina dan Dipermalukan di Sosmed, Kesabaran Rizky Billar Habis, Laporkan Netizen ke Polisi

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyatakan, tiap laporan masyarakat ke polisi akan ditindaklanjuti.

Selanjutnya, proses hukum akan dilakukan berdasarkan alat bukti yang ada.

"Yang jelas, setiap laporan masyarakat yang menginginkan pelayanan kepolisian di bidang penegakan hukum pasti akan ditindaklanjuti. Dan tentunya proses di kepolisian sendiri didasari dari alat bukti," kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (8/10/2021) dikutip dari Kompas.com

Saat disinggung soal kasus kekerasan seksual cenderung diabaikan polisi, Rusdi menanyakan sumber data.

Baca juga: Faldo Diskakmat Ujang Komarudin usai Sebut Sikap Risma adalah Marah-marah yang Terpuji dalam Agama

Menurut Rusdi, polisi pasti akan melanjutkan proses hukum suatu laporan jika ada alat-alat bukti yang cukup.

Baca juga: Kasus Tiga Anak Diperkosa Ayah di Luwu Timur, Ini Tanggapan Kementerian PPPA

"Ketika didasari oleh alat bukti dan penyidik berkeyakinan ada ada suatu tindak pidana, pasti akan ditindaklanjuti," ucap Rusdi.

Baca juga: Gus Baha Masuk Bursa Ketum PBNU, Berpotensi menjadi Persaing Kuat Said Aqil di Muktamar ke-34

"Tapi ketika ternyata alat-alat bukti yang menjurus pada laporan tersebut tidak mencukupi dan penyidik berkeyakinan tidak ada suatu tindak pidana, tentu penyidik tidak akan melanjutkan laporan tersebut," ujar dia.

Project Multatuli, pada 6 Oktober 2021, memberitakan seorang ibu di Luwu Timur yang melaporkan kasus dugaan pemerkosaan terhadap tiga anaknya.

Pemerkosaan diduga dilakukan oleh mantan suaminya, ayah kandung anak-anak mereka. Kasus itu terjadi pada 2019.

Baca juga: Ridwan Kamil Siap Ramaikan Bursa Capres, Bisa Jadi Kuda Hitam Jika Lawan Anies dan Ganjar

Ia mengadu ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Luwu Timur, dan Polres Luwu Timur. Sang ibu berharap mendapat perlindungan.

Polisi menyelidiki pengaduannya, tapi prosesnya diduga kuat penuh manipulasi dan konflik kepentingan.

Hanya dua bulan sejak ia membuat pengaduan, polisi menghentikan penyidikan dengan alasan kurangnya alat bukti.

Rusdi sebelumnya menyatakan, kasus tersebut bisa saja dibuka kembali jika ada alat bukti baru.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved