Trending Topic

Eka Kurniawan dan Cantik itu Luka Trending Hanya karena Kutipan tentang Pelacur, Begini Polemiknya

Penulis Novel berkelas sastra Eka Kurniawan trending plus karya yang diperbincangkannya Novel Cantik itu Luka. Bahkan tokoh dalam novel itu, Dewi Ayu

Penulis: Wito Karyono | Editor: Wito Karyono
twitter
Eka Kurniawan, Novel yang dibuatnya Cantik Itu Luka dan tokoh utama novel tersebut yakni Dewi Ayu trending. Mereka trending hanya karena kutipan salah satu netizen tentang pelacur yang ada dalam buku tersebut. 

Pertama kali diterbitkan tahun 2002 atas kerjasama Akademi Kebudayaan Yogyakarta dan Penerbit Jendela.

Edisi kedua dan seterusnya, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama sejak tahun 2004.

Novel ini pernah masuk daftar panjang Khatulistiwa Literary Award tahun 2003.

Pada tahun 2006, terbit edisi bahasa asing pertama atas usaha Ribeka Ota yang menerjemahkannya ke dalam bahasa Jepang.

Baca juga: Perpusnas Jalin Kerja Sama dengan Pemkab dan 10 Perguruan Tinggi di Sumbawa

Kisah singkatnya, di akhir masa kolonial, seorang perempuan dipaksa menjadi pelacur.

Kehidupan itu terus dijalaninya hingga ia memiliki tiga anak gadis yang kesemuanya cantik.

Ketika mengandung anaknya yang keempat, ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa.

Itulah yang terjadi, meskipun secara ironik ia memberinya nama si Cantik.

Ada pun ulasan dalam majalah HORISON, edisi Maret 2003 seperti ini.

"Inilah sebuah novel berkelas dunia! Membaca novel karya pengarang Indonesia kelahiran 1975 dan alumnus Filsafat UGM ini, kita akan merasakan kenikmatan yang sama dengan nikmatnya membaca novel-novel kanon dalam kesusastraan Eropa dan Amerika Latin.

Baca juga: Tingkatkan Indeks Literasi, Perpusnas Kerja Sama dengan Pemkab dan 10 Perguruan Tinggi di Sumbawa

Kecakapan Eka mengisahkan kejatuhan sebuah keluarga incest dengan titik pusat pengisahan pada tokoh Dewi Ayu (lahir dari ayah Belanda dan ibu Nyai) dalam gaya berkisah yang dengan enteng mencampuradukkan realisme dan surealisme, mengawinkan kepercayaan-kepercayaan lokal dengan silogisme filsafat yang membobol semua tabu, dan memberikan hormat yang sama pada realitas sejarah dan mitos, merupakan pencapaian luar biasa mengingat novel ini merupakan novel pertamanya.

Di akhir masa kolonial sebuah Suratan yang aneh memaksa Dewi Ayu, seorang perempuan elok, memasuki kehidupan yang tak pernah dia bayangkan: menjadi pelacur.

Kehidupan sebagai pelacur terus dijalaninya sampai ia memiliki tiga anak gadis yang cantik.

Ketika ia mengandung anaknya keempat ia berharap anaknya buruk rupa. Itulah yang terjadi. Si buruk rupa itu ia beri nama si Cantik.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved