Kamis, 7 Mei 2026

Trending Topic

Mark Zuckerberg Trending dan Jadi Bahan Banyolan Usai Facebook, Instagram, Whatsapp Down Bersamaan

Mark Zuckerberg trending dan jadi bahan banyolan netizen. Hal itu terjadi menyusul downya tiga aplikasi media social yang ia miliki.

Tayang:
twitter
Mark Zuckerberg trending dan jadi bahan banyolan netizen. Hal itu terjadi menyusul downya tiga aplikasi media social yang ia miliki. Yakni Facebook, Instagram dan WhatsApp. 

Begitu juga #InstagramDown sebanyak 111 ribu cuitan dan #Facebookdown sebanyak 108 ribu cuitan.

Down di sejumlah negara Dikutip dari Dailymail.co.uk, Senin (4/10/2021), WhatsApp, Instagram, dan Facebook memang mengalami down di berbagai negara.

Kendati demikian belum ada penjelasan resmi terkait kejadian tersebut.

Baca juga: Uji Coba Perluasan Aplikasi dan Kartu JakLingko, Kamaluddin: Target Diunduh 2 Juta Pengguna

Sementara itu, para pengguna media sosial beralih sementara menggunakan Twitter dan Telegram untuk saling mengirim pesan.

Profil Singkat Mark Zuckerberg 

Mark Elliot Zuckerberg (lahir 14 Mei 1984). Ia adalah seorang pemrogram komputer dan pengusaha Internet.

Ia dikenal karena menciptakan situs jejaring sosial Facebook bersama temannya, yang dengan itu ia menjadi pejabat eksekutif dan presiden.

Facebook didirikan sebagai perusahaan swasta pada tahun 2004 oleh Zuckerberg dan teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, dan Chris Hughes ketika menjadi mahasiswa di Universitas Harvard.

Pada tahun 2010, Zuckerberg terpilih sebagai Person of the Year versi majalah Time.

Baca juga: Anies Bersurat ke Bloomberg Tuai Polemik, Wagub DKI: Bukan untuk Minta Dana, tapi Kampanye Antirokok

Hingga 2011, kekayaan pribadinya ditaksir mencapai $17,55 miliar.

Pada tanggal 21 Juli 2010, Zuckerberg melaporkan bahwa perusahaan mencapai angka 500 juta pengguna.

Ketika ditanya apakah bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak dari iklan sebagai hasil dari pertumbuhan yang fenomenal, ia menjelaskan: Saya kira kami bisa ... Jika anda melihat berapa banyak halaman kami diambil untuk porsi iklan dibandingkan dengan rata-rata permintaan pencarian.

Rata-rata bagi kita adalah sedikit kurang dari 10 persen dari halaman, dan rata-rata untuk pencarian adalah sekitar 20 persen yang diambil dengan iklan.

Baca juga: Pakar Hukum Ingatkan Tindakan Ilegal Jika Kejaksaan Ingin All Out Sita Aset Jiwasraya

Itu hal sederhana yang bisa kami lakukan. Tapi kami tidak seperti itu. Kami menghasilkan cukup uang.

Benar, maksud saya, kita menjaga hal-hal berjalan, kita tumbuh pada tingkat yang kita inginkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved