1.377 PMKS Dijaring Sudinsos Jakpus Selama 2021

Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat telah menjaring 1.377 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sejak Januari hingga September 2021.

Penulis: resign | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Muhamad Fajar Riyandanu
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Abdul Salam saat ditemui di Kantornya di Kantor Pemerintahan Kota Jakarta Pusat pada Jumat (1/10/2021), siang 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat telah menjaring 1.377 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sejak Januari hingga September 2021.

Menurut data hasil Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial PMKS di wilayah Jakarta Pusat, sebanyak 1.377 PMKS Jalanan tersebut terdiri dari 18 jenis.

Adapun PMKS jenis Gelandangan menjadi yang paling banyak dengan 323 orang.

Posisi kedua ditempati oleh Orang Terlantar dengan 182 orang, dan urutan ketiga diisi oleh Pengamen dengan 150 orang.

Dari hasil penelusuran Sudinsos Jakarta Pusat selama sembilan bulan terakhir, bulan April menjadi yang paling banyak dengan 329 orang yang terjaring.

Kemudian, selama dua bulan terakhir, angka PMKS yang terjaring mengalami tren penurunan.

Pada bulan Agustus turun di angka 85 orang dan turun lagi di bulan September menjadi 57 orang.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Abdul Salam, mengatakan PMKS yang terjaring akan dibina di Panti Sosial untuk diberikan pelatihan keterampilan seperti servis AC, montir mobil-motor, jahit, salon dan las.

Salam pun menyadari bahwa adanya profesi manusia silver merupakan desakan dan kebutuhan ekonomi.

Ia menilai, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) wajib terlibat dalam penyelesaian masalah sosial tersebut.

Memberikan tindak lanjut. Biasanya ke dunia usaha yang sudah bekerja sama dengan panti," kata Salam saat ditemui di Kantor Pemerintah Kota Jakarta Pusat pada Jumat (1/10/2021) siang.

Selain itu, kata Salam, PMKS yang sudah menjadi alumni pelatihan akan diberikan alat produksi sesuai dengan pelatihan yang telah mereka terima.

"Misal ikut latihan salon, maka dapat peralatan salon. Tentu tidak selengkap salon beneran, karena ada keterbatasan anggaran. Mereka yang mengikuti pelatihan montir, maka diberi alat perbengkelan, tambal ban," sambung Salam.

Lebih lanjut, katanya usai mengikuti pelatihan, mereka akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang sudah bekerja sama dengan pihak panti sosial.

"Pihak panti akan menyalurkan binaannya ke dunia usaha. Dulu sewaktu saya aktif di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Taruna Jaya, ada kerja sama dengan pihak salon dan ada juga yang disalurkan ke pihak-pihak yang membutuhkan jasa pengelasan," jelas Salam.

Melihat jumlah PMKS selama sembilan bulan terakhir, menurutnya jumlah PMKS di Jakarta Pusat meningkat tajam dibanding tahun 2020 lalu. 

Melansir data dari Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta per tahun 2020, jumlah PMKS yang tercatat di Wilayah Jakarta Pusat hanya berjumlah 258 orang yang terbagi dalam beberapa jenis PMKS.

Diantaranya ada 13 anak terlantar, 11 anak jalanan, 2 orang lanjut usia terlantar, 56 penyandang disabilitas, 3 orang wanita tuna Susila, 134 gelandangan, dan 39 pengemis.(m29)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved