Rabu, 8 April 2026

Mahasiswa Kuliah Secara Daring, Pemilik Kost dekat Kampus Terkena Imbas, Terpaksa Jual Kamar Kost

Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh pemilik kost bernama Rizal di Jalan Kamboja RT01/05, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis

Penulis: Miftahul Munir | Editor: LilisSetyaningsih
Warta Kota/Miftahul Munir
Terdampak Pandemi Covid-19 usaha kos-kosan 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Pandemi Covid-19  sangat dirasakan oleh pemilik kost bernama Rizal di Jalan Kamboja RT01/05, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Rizal yang biasanya tiap bulan mendapatkan pemasukan dari kos-kosan yang dimilikinya, kini pendapatan itu berhenti. Hal ini karena para mahasiswa kuliah secara daring sehingga memutuskan pulang ke rumahnya dan tidak lagi kost.

Pemasukan terhenti, namun pengeluaran tiap bulan tetap keluar. Sementara pandemi tak kunjung selesai. Untuk menutup pengeluaran yang ada, akhirnya terpaksa Rizal menjual tiga pintu kostan yang biasanya diisi oleh mahasiswa Gunadarma. Ia menjual seharga Rp, 650 juta.

Menurut dia, letak kostannya ini sangat strategis karena berada di belakang kampus Gunadarma.

Sampingnya itu persis Mako Brimob Polda Metro Jaya, sehingga banyak peminat jika kondisi nomal.

Rizal menceritakan, alasan ia menjual tiga pintu kost-an karena terdesak kebutuhan hidup pasca pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada tahun 2020 lalu.

Baca juga: Bantu Masyarakat Terkena Dampak Pandemi, Pintarpedia Luncurkan Program Semua Bisa Jadi Pahlawan

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, KPAI: Ribuan Anak Indonesia Berpotensi Kehilangan Orang Tua 

Apalagi selama pandemi Covid-19 kegiatan belajar mahasiswa dialihkan ke sistem daring.

Sehingga mahasiswa memilih untuk pulang ke rumahnya masing-masing dari berbagai Kota di Indonesia.

"Karenakan kuliah belum aktif, banyak kamar yang kosong," kata dia kepada Wartakotalive.com Selasa (21/9/2021).

Selain itu, biaya sekolah anak menjadi hal penting bagi Rizal karena pendapatan dirinya dari kostan sudah tidak ada.

Setiap bulan, ia menyewakan satu pintu kamar Kost sebesar Rp, 800.000 dan itu diluar listrik.

Baca juga: Dampak Pandemi Virus Corona Penjualan Hewan Kurban di Kabupaten Bogor Menurun Drastis

Baca juga: Sri Mulyani: Dampak Pandemi Covid-19 Lebih Berat ke Perempuan 

Karena listrik dan pemasangan Wifi di kostannya itu ditanggung oleh penyewa bukan dirinya.

Menurut dia, dirinya menjual kostan sudah sesuai dengan harga Nilau Jual Objek Pajak (NJOP) yaitu permeternya Rp, 3-4 juta.

Sebab, satu pintu kostan itu luasnya sekira 50 meter karena memiliki ruang depan, tengah dan belakang.

"Tetangga saya yang sebelah juga ada yang mau jual tanah kavling ada dua, karena dia dagang di Pasar pas pandemi enggak bisa dagang maka dijual," tuturnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved