Breaking News:

Sinyal PDI-P Coret Anggaran Formula E, Wagub DKI: Haknya Sebagai Anggota Legislatif

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza mengaku tidak masalah terkait ancaman PDIP tersebut.

Warta Kota/ Yolanda Putri Dewanti
Wagub DKI Ariza Patria tanggapi sinyal fraksi PDIP coret anggaran Formula E dari APBD, Selasa malam 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Fraksi PDI Perjuangan memberikan sinyal untuk mencoret anggaran terkait Formula E dalam pembahasan APBD DKI Jakarta.

Namun, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono memastikan sinyal tersebut belum menjadi sikap resmi partainya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza mengaku tidak masalah terkait ancaman PDIP tersebut.

Sebab, Ariza memperkirakan Pemprov DKI akan bisa mendapat sponsor dari pihak swasta untuk membiayai Formula E.

"Insha Allah, ke depan harapan kita penggunaan anggaran Formula E pada tahun-tahun berikutnya, itu dapat menggunakan anggaran dari publik, masyarakat, dari swasta, atau dari sponsor," ucap Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (28/09/21) malam.

Kendati demikian, kata dia, terkait sikap PDIP yang tak mau mengizinkan adanya penganggaran Formula E dalam APBD merupakan haknya sebagai anggota legislatif.

"Itu kewenangan dari DPRD, punya pendapat, sikap masing-masing terkait anggaran. Silakan. Kan ada hak dari eksekutif, ada hak dari DPRD. Semua dibahas bersama, antara eksekutif dan DPRD. Nanti diputuskan bersama," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung DPRD DKI, menyebut sinyal tersebut ialah alokasi untuk Formula E yang diperintahkan dicoret.

"Sinyal belum resmi sikap fraksi, tapi itu sinyal alokasi untuk (anggaran) Formula E diperintahkan untuk dicoret. Diperintahkan seperti itu, ini sinyal kuat, sinyal kuat yang tentunya ada sinyal seperti itu di paripurna interpelasi," ucap Ketua Fraksi DPRD DKI Gembong Warsono usai rapat paripurna interpelasi di gedung DPRD DKI, Selasa (28/9/21).

Menurutnya terkait pencoretan alokasi anggaran untuk Formula E ini berlaku secara keseluruhan.

Sehingga, berbagai pihak nantinya tidak akan dilekatkan alokasi untuk penyelenggaran Formula E, seperti di empat komisi DPRD.

"Jadi teman-teman semua, semua komisi di lima komisi hanya satu komisi yang tidak dilekatkan alokasi anggaran Formula E, hanya satu komisi, yaitu Komisi C. Semuanya ada dilekatkan alokasi anggaran untuk membantu terselenggara Formula E," jelasnya.

"Jadi pembiayaan Formula E itu tidak hanya kita dilihat di Dispora saja dan PMD Jakpro, karena diluar itu semua komisi di masukan. Komisi A misalkan ada Satpol PP disitu, komenko disitu, Damkar, disitu banyak. Tugas kita adalah menyisir itu kedepan agar tidak dilekatkan kegiatan atau biaya penyelenggaraan Formula E," ucapnya. (m27)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved