Berita Jakarta
Peringati Hari Tani Nasional, Mahasiswa Gelar Aksi Teatrikal Bertajuk September Hitam
Selain menggelar aksi treatrikal, dalam orasinya, massa aksi menyebut banyak tragedi kelam yang terjadi di Indonesia pada bulan september.
WARTAKOTIVE.COM, MENTENG - Puluhan massa berpakaian hitam-hitam berkumpul di depan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (24/9/2021), sore.
Mereka menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada hari ini.
Sebagian dari mereka melakukan aksi teatrikal bertajuk September Hitam.
Aksi ini dimulai pada Pukul 15.30 WIB. Makin sore, jumlah massa aksi makin bertambah.
Baca juga: Kasus Korupsi Datang Silih Berganti, Koruptor Disarankan Dimiskinkan dan Ditembak Mati
Sebelum melakukan aksi teatrikal, massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi.
"Jangan hanya fokus ke pemilu, masyarakat kecil masih membutuhkan perhatian. Jangan lagi merampas hak-hak para petani, merampas hak hidupnya untuk bekerja, merampas ruang hidupnya atau merampas persawahan atau perkebunannya menjadi milik swasta," ujar Vebrina Monicha.
Lebih lanjut, mahasiswi Univesitas Atma Jaya ini menyinggung konflik agraria yang tak kunjung usai di wilayah Pakel, Banyuwangi.
"Hentikan konflik yang terjadi antara petani dengan Perhutani dan perusahaan swasta perkebunan di Banyuwangi sana," ujar Monicha, dengan tangan kiri mengepal ke udara.
Baca juga: Legislator PAN Minta Giring Ganesha Bicara dengan Fakta dan Tak Asal Tuduh Anies Pembohong
Saat itu, ada tiga massa aksi yang menyampaikan orasi dengan isu seputar Hak Asasi Manusia.
Kemudian, setelah orasi, enam orang melakukan aksi teatrikal. Satu diantara mereka membacakan puisi berjudul September Hitam.
Dari lima orang pemain, tiga diantara mereka menggunakan caping sebagai identitas petani. Dua orang sisanya berlagak seperti aparat yang bersikap kasar kepada pemeran petani.
"Kekerasan itu sebenernya wajah aparat kita saat ini. Karena akhir-akhir ini perampasan hak hidup dan tanah petani, terlebih di daerah, dirampas dengan kekerasan aparat. Seperti yang terjadi di Pakel dan Kulon Progo," tutur Monicha.
Baca juga: Trubus Dukung KPK Panggil Anies dan Pras, sebagai Bentuk Akuntabilitas dan Pertanggungjawaban Publik
Di sisi jalan raya, peserta aksi juga membentangkan spanduk bertuliskan Penuhi Hak Atas Pangan dan Stop Kekerasan dan Perampasan.
Dalam aksi tersebut, mereka juga memperingati September Hitam.
Dalam orasinya, massa aksi menyebut banyak tragedi kelam yang terjadi di Indonesia pada bulan september.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/aksi-peringatan-hati-tani-nasional-bertajuk-september-hitam.jpg)