Kesehatan

PDHMI: Manfaat Poliherbal di Masa Pandemi Jadi Pilihan Terapi Covid-19, Ini Hasil Uji Klinisnya

Di masa pandemi manfaat Poliherbal jadi pilihan terapi Covid-19, hasil uji klinisnya dapat mencegah perburukan serta mempercepat pemulihan pasien.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Kompas.com/Shutterstock/Cozine
PDHMI: Manfaat Poliherbal di Masa Pandemi jadi Pilihan Terapi Covid-19, Ini Hasil Uji Klinisnya. 

Akibatnya, alveoli bisa dipenuhi cairan atau nanah sehingga menyebabkan penderitanya sulit bernapas. Pneumonia bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. SARS-CoV- 2 yang menyebabkan Covid-19 adalah salah satu jenis virus yang bisa menyebabkan pneumonia.

Pneumonia akibat Covid-19 bisa menyebabkan komplikasi berbahaya, salah satunya adalah acute respiratory distress syndrome (ARDS). Pneumonia terkadang juga bisa muncul beserta penyakit paru-paru lain, misalnya TB paru.

Pada kesempatan berbagi ilmu dan pengalaman ini dr Lusi memaparkan hasil riset observasi uji klinis beliau mengenai penggunaan polyherbal untuk terapi adjuvant pada Covid-19.

Baca juga: Sebanyak 899 Pohon Rawan Tumbang di Jakarta Utara Dipangkas

Sebagai ketua satgas Covid-19 mortalitas di tempat berdinas dr Lusi yang juga mendalami ilmu obat bahan alam mencari alternatif terapi pendamping untuk menekan angka kematian akibat terpapar virus.

UJI Klinis

Oleh karena itu melakukan uji klinis dimana pasien Covid-19 dengan derajat sedang diberikan polyherbal yang mengandung ekstrak ikan gabus, temulawak dan daun kelor.

Produk tersebut dilakukan observasi uji klinis sebagai adjuvan standar pengobatan Covid-19  kepada pasien dengan derajat sedang berdasarkan hasil uji klinik dan hasil laboratorium.

Penelitian ini dr Lusi melibatkan peneliti yang pakar di bidangnya, Prof. Dr. apt. Syamsudin, M.Biomed merupakan Guru Besar bidang Farmakologi Bahan Alam dari Fakultas Farmasi Universitas Pancasila.

Baca juga: Petugas PPSU Duga Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu Beraksi Malam Hari

Hasil penelitian ini terbit di dalam jurnal internasional, yakni European Journal of Molecular and Clinical Medicine.

Pengujian dengan uji klinis acak terkontrol single blind parallel study pada pasien yang memiliki gejala serta kasus positif, kemudian pasien ditindaklanjuti selama 7 hari setelah dosis terakhir pemberian polyherbal.

Sebanyak 48 pasien positif Covid-19 dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok pertama diberikan terapi standar ditambah polyherbal dan kelompok kedua diberikan terpai standar dengan placebo selama 7 hari.

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan tanda-tanda klinis dan vital dilakukan pada pasien setiap hari sebagai adjuvan pengobatan standar yang diberikan untuk penanganan pasien Covid-19 terkonfirmasi pneumonia sedang dengan pemberian polyherbal  selama 7 hari.

Hasil pengobatan dinilai untuk perbaikan gejala klinis dan laboratorium setiap 5 hari perawatan pasien. Pemeriksaan klinis dilakukan pada bulan November 2020 hingga Januari 2021 setelah lolos uji etik.

Penelitian dimulai dengan mengisi informed consent, menandatanganinya, dan setelah itu dilanjutkan ke fase seleksi, perlakuan, dan pasca perawatan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved