Breaking News:

Terikat Perjanjian, Anies Wajib Bayar Duit Komitmen Formula E Selama 5 Tahun atau Digugat

Gubernur Anies bakal digugat ke arbitrase internasional jika tak melunasi pembayaran komitmen penyelenggaran Formula E selama lima tahun ke depan.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ratusan orang berunjukrasa di Balai Kota DKI, Jumat (3/9/2021) untuk mendesak Gubernur DKI ANies Baswedan membatalkan ajang Formula E di Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diwajibkan membayar duit komitmen atau commitment fee Formula E selama lima tahun.

Jika duit komitmen itu tidak disetor kepada pemegang lisensi turnamen Formula E Limited, Pemprov DKI Jakarta dapat digugat ke pengadilan internasional, yaitu Arbitrase Internasional di Singapura.

Hal itu terungkap berdasarkan surat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ahmad Firdaus bernomor 3486/-1.857 dan bersifat penting.

Baca juga: Belum Melengkapi Mitigasi Pencegahan Covid-19, Komisi E Tagih Studi Kelayakan Formula E pada Jakpro

Surat tentang laporan atas rencana kegiatan Formula E itu disampaikan Dispora DKI kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 15 Agustus 2019 lalu.

“Dengan ditandatanganinya perikatan MoU, maka Pemprov DKI harus bisa mengalokasikan anggaran dengan besaran sesuai yang diperjanjikan,” demikian isi surat tersebut yang dikutip pada Selasa (14/9/2021).

“Apabila kewajiban tersebut tidak bisa dilaksanakan, maka akan dianggap sebagai perbuatan wanprestasi yang dapat digugat di Arbitrase Internasional di Singapura,” kata Firdaus melalui surat itu.

Baca juga: Direktur KOPEL Anwar Razak Minta DPRD DKI Jakarta Tindaklanjuti Aspirasi Warga yang Tolak Formula E

Berdasarkan MoU antara Pemprov DKI dengan Formula E Limited, pemerintah daerah wajib menyetor duit selama lima sesi.

Rinciannya, sesi 2019/2020 sebesar 20.000.000 pound sterling, sesi 2020/2021 sebesar 22.000.000 pound sterling, sesi 2021/2022 sebesar 24.200.000 pond sterling, sesi 2022/2023 sebesar 26.620.000 pound sterling dan sesi 2023/2024 sebesar 29.282.0000 pound sterling.

Sejauh ini, Anies sudah membayar commitment fee yang dibayarkan tahun 2019 sebesar 20 juta pound sterling atau setara Rp 360 miliar, commitment fee pada 2020 sebesar 11 juta pound sterling atau setara Rp200 miliar, dan bank garansi sebesar 22 juta pound sterling atau Rp 423 miliar.

Rencana Anies untuk menggelar ajang balap itu rupanya terbentur pada regulasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 tahun 2019.

Baca juga: Ratusan Massa yang Tergabung dalam Jakarta Bergerak Berunjuk Rasa Menolak Penyelenggaraan Formula E

Dalam Pasal 92 ayat 6 dijelaskan, jangka waktu penganggaran pelaksanaan kegiatan tahun jamak tidak melampaui akhir tahun masa jabatan kepala daerah.

Sementara Formula E direncanakan digelar dari tahun 2020 sampai 2024 mendatang.

Di sisi lain, masa jabatan Anies bakal berakhir pada Oktober 2022 mendatang.

Namun demikian, rencana Formula E tetap dapat digelar bila pemerintah daerah mengantongi izin dari pemerintah pusat.

Baca juga: Kantor DPRD DKI Dikepung Ratusan Orang Berbaju Hitam, Massa Desak Anies Batalkan Formula E

Syaratnya, kegiatan tahun jamak yang dimaksud merupakan prioritas nasional atau masuk dalam kepentingan strategis nasional dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved